Office Hour, Jumat, 27/11/2015 14:26 WIB

Irzan Raditya: Inspirator Yesboss, Batman atau Iron Man?

Apa kaitan antara passion, vision, dan execution? Apa istimewanya Batman dan Iron Man? Simak kisah CEO Yesboss berikut ini
Irzan Raditya: Inspirator Yesboss, Batman atau Iron Man?
Banyak orang yang masih bingung dalam menentukan passion. Terkadang mereka terjebak bahwa passion terbatas pada bidang tertentu, misalnya musik, olahraga, atau otomotif. Hal itu tidak berlaku bagi seorang Irzan Raditya, CEO Yesboss.

Bagi Irzan, passion bukanlah pada bidangnya tapi pada apa yang dilakukan terhadap bidang itu. “Saya suka membangun sesuatu selama itu impactful”, tutur Irzan. Yesboss adalah salah satu pembuktian passion-nya.

Bagaimana tidak, lulusan Hochschule für Technik und Wirtschaft (HTW) Berlin itu membangun Yesboss untuk membuat kehidupan penggunanya lebih mudah. Ibarat asisten, Yesboss diciptakan Irzan untuk menghargai waktu penggunanya.


Membaca Peluang Yesboss di Indonesia

Irzan berharap waktu yang dimiliki pengguna Yesbos tidak tersita untuk mencari kebutuhan sehari-hari. Pengguna Yesboss dapat memesan makanan, tiket pesawat, atau membeli barang tertentu hanya melalui layanan SMS. Dengan begitu, pengguna Yesboss diharapkan dapat menikmati waktu mereka bersama orang-orang terkasih.

Teknologi hadir untuk mempermudah kehidupan sehari-hari, itulah pandangan Irzan terhadap teknologi. Ia juga menilai masyarakat Indonesia termasuk pengadopsi telepon seluler terbesar di dunia. “Pemakai handphone kita 111 persen, alias 1 orang bisa punya lebih dari 2 handphone di sini (Indonesia-red)”, jelas Irzan. Selain dua hal itu, keinginan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan secara cepat juga menjadi alasan seorang Irzan Raditya membangun Yesboss.

Yesboss tak hanya mengandalkan kecepatan tapi juga berusaha menghadirkan pilihan terbaik dari barang atau jasa yang diinginkan oleh penggunanya. Misalnya saja saat pengguna Yesboss ingin membeli tiket pesawat, sementara kini sudah banyak agen atau website yang menjual tiket pesawat. Tentu banyaknya pilihan ini akan memakan waktu bagi pencari tiket pesawat untuk menentukan pilihan yang sesuai.

Setelah pengguna mengirim SMS, Yesboss akan berusaha mencarikan pilihan terbaik untuk penggunanya. “Kalau kita misalnya mau membandingkan beberapa toko itu kan lama kan, jadi kita buat solusi ini (Yesboss-red),” ungkap angkatan 2009 HTW Berlin tersebut.

Saat ini, Yesboss sudah siap melayani penggunanya di seluruh Indonesia. Hanya saja, untuk permintaan seperti delivery order masih bergantung pada kesiapan infrastruktur kota. Misalnya pengguna Yesboss di suatu tempat ingin pesan makanan yang langsung diantar ke tempatnya maka infrastruktur di kota tersebut harus sudah siap seperti keberadaan kurir yang mendukung.

Irzan juga menceritakan tantangan terbesar Yesboss saat ini. “Sekarang bayangkan, semakin banyak pengguna yang ada, semakin banyak tim operasional yang harus kita punya dan semakin banyak melayani service”, tuturnya. Untuk menghadapi tantangan itu, Yesboss telah mencari orang-orang terbaik untuk bergabung bersama mereka.


Belajar Manajemen dari Nge-band

Setelah lulus dari HTW Berlin pada tahun 2012, Irzan banyak terlibat dalam proyek yang berkaitan dengan teknologi. Keilmuan dalam bidang computer science dan sejumlah pengalaman di bidang teknologi mampu membawanya membangun Yesboss saat ini. “Itu (ilmu dan pengalaman-red) sangat membantu saya melihat visi perusahaan (Yesboss-red),” ungkapnya.

Irzan Raditya tak hanya piawai membaca peluang bisnis layanan asisten virtual. Di balik kesuksesannya, pengalaman dalam dunia musik juga mempengaruhi jalan karirnya sebagai CEO Yesboss.

Kiprahnya bersama band Not Called Jinx selama hampir 5 tahun tak bisa dipandang sebelah mata. Setidaknya sebanyak 2 album sudah Ia lahirkan bersama band-nya. Pengalaman tour panggung di Eropa pun pernah Ia alami.

CEO Yesboss ini juga tak menampik bahwa perjalanan melalang buana dalam dunia musik telah memberi banyak pelajaran. “Saya bermain di band enggak cuma main musik doang tapi saya juga ke arah manajemen juga”, tambahnya.

Dari merancang brand, memahami selera masyarakat, hingga mencari sponsor, pernah dialami oleh pembetot bass ini. Pengalaman itu tak sia-sia, kini Ia menggunakan pengalamannya dalam mengelola Yesboss.


Penggemar Action Figure

Irzan mengaku masih punya banyak mimpi selain membangun Yesboss. Namun untuk saat ini, Ia ingin fokus dalam pengembangan Yesboss terlebih dahulu. “Kalau sekarang ingin mengembangkan Yesboss lebih lanjut, kita harus punya plan, kita harus membantu masyarakat Indonesa,” ungkap penggemar action figure tersebut.

Dalam mengembangkan Yesboss, Irzan memegang dua hal penting untuk diperhatikan, yakni trust and control. Dua hal itu, ia pegang teguh dalam megelola Yesboss. “Jadi, di sini kita percaya dengan siapa tim kita, sesuai dengan jobdesc masing-maisng, kita buat target”, jelas Irzan.

Dalam mengelola Yesboss Ia mengakui tak menerapkan micromanage. Ia memberi ruang untuk eksplorasi, berekspresi, dan berimprovisasi bagi karyawannya. “Biarkanlah mereka berkembang, asal diukur target, dengan begitu tim kita bisa berkembang secara kreatif”, tambahnya.

Cara mengelola Yesboss Ia dapatkan tak jauh-jauh dari kesukaannya terhadap action figure. “Mungkin awalnya kita jadi Superman, semuanya dikerjakan sendiri tapi kalau untuk berkembang kita harus jadi Power Rangers, kita harus cari anggota yang juga bisa menunjang kekurangan kita,” jelas Irzan.

Ketika ditanya soal action figure favorit, nampaknya Ia kesulitan menjatuhkan pilihan antara Iron Man atau Batman. Keduanya memiliki kesamaan. “Iron Man punya Jarvis, Batman punya Alfred. Kita bisa ibaratkan Yesboss ini Alfred, Alfred dengan teknologi seperti Jarvis,” jelas Irzan sambil tertawa. Ketika ditanya ulang soal action figure favorit, akhirnya pilihan jatuh pada Iron Man dengan kejeniusannya.

Kesuksesannya selama ini juga dipengaruhi bagaimana Ia memandang pekerjaan. Ada empat rumus dari seorang Irzan Raditya.

  1. Passion + VisionExecution = Hallucination
  2. Passion + Execution  – Vision = No Direction
  3. Vision + ExecutionPassion = Technician
  4. Vision + Execution + Passion = Profession

Barangkali kamu bisa meminjam rumus dari Irzan Raditya untuk menilai karirmu saat ini. CEO Yesboss ini telah membuktikan bahwa tak ada ada yang sia-sia dari pengalaman hidupmu, dari bermain musik hingga kesukaan akan action figure telah membawanya menjadi CEO Yesboss. Semoga kamu terinspirasi ya!



Penulis          : Yakob Jati Yulianto

Editor            : Yuana Anandatama

Foto               : Dok. pribadi

Tags : my job, Artikel, jobseeker, entrepreneurship, mahasiswa, Perusahaan,
Irzan Raditya: Inspirator Yesboss, Batman atau Iron Man? | CAREERNEWS
1486001424_top_banner_homepage_cn.png