Freelance, Kamis, 12/11/2015 08:23 WIB

Fikka Anastasia: Bakal Mengabdi untuk Indonesia Usai Studi di Luar Negeri

Jika kamu mendapatkan tawaran profesi yang menggiurkan dengan jabatan tinggi, dan nominal gaji luar biasa di luar negeri, apa yang akan kamu lakukan? Menerimanya atau justru melewatkan kesempatan emas tersebut?
Fikka Anastasia: Bakal Mengabdi untuk Indonesia Usai Studi di Luar Negeri
Hal itu tampaknya tidak berlaku bagi wanita manis bernama Fikka Anastasia. Wanita penerima beasiswa LPDP ini akan tetap teguh mengabdi untuk Indonesia. Baginya, itu adalah janji bagi negeri tempat ia dilahirkan.

Saat ini, Fikka telah diterima sebagai mahasiswa baru jurusan Oil & Gas Enterprise Management di University of Aberdeen, Scotland, Inggris. Status barunya sebagai mahasiswa magister di universitas tersebut bukanlah tanpa usaha. Nyatanya, ia sah menjadi salah satu penerima beasiswa LPDP setelah melewati sejumlah seleksi yang dapat dikatakan cukup rumit.


Termotivasi kawan-kawan yang melanjutkan S2

Niat Fikka untuk mengikuti beasiswa LPDP dimulai saat ia melihat kawan-kawannya melanjutkan program S2. Dari situlah, Fikka tertarik mendaftarkan diri mengikuti beasiswa LPDP. “Menurut saya, LPDP merupakan program beasiswa yang paling lengkap dan paling baik. Ia tidak seperti beasiswa-beasiswa dengan ikatan dinas atau beasiswa luar negeri lainnya yang biasanya tidak membiayai seluruh biaya pendidikan yang sangat tinggi,” jelas wanita lulusan Institut Teknik Bandung ini.

Fikka yang saat itu sudah bekerja, lantas berusaha keras mengumpulkan sejumlah berkas-berkas untuk melamar. “Setelah seleksi berkas online diterima, saya menjalani tiga tes. Salah satunya LGD (Leaderless Group Discussion) di mana saya dan kawan-kawan diberi bacaan. Kemudian kami diharapkan berdiskusi tentang bagaimana memecahkan solusi dari bacaan tersebut,” ungkap Fikka. Karena diskusi ini tanpa pemimpin, maka etika adalah sesuatu yang ia kedepankan dalam diskusi, misalnya, tidak memotong pembicaraan orang lain dan berpendapat tegas namun sopan.

Setelah LGD selesai, ada essay on the spot dan kemudian tahap wawancara. Tahap wawancara merupakan tahap paling menarik bagi Fikka. “Dalam tahap interview, saya diwawancarai oleh satu psikolog dan dua orang akademisi atau dosen,” ungkapnya. Beberapa pewawancara bahkan diketahui sering meminta peserta untuk menyanyi lagu kebangsaan atau mengulik habis-habisan tentang skripsi peserta. Namun dari situlah, karakter peserta bisa diketahui.

Bak gayung bersambut, pihak LPDP memberikan kabar gembira via email untuk Fika. Ia diterima sebagai awardee LPDP untuk angkatan Persiapan Keberangkatan (PK) 45. Kabar tersebut membuat Fika sangat gembira. Bagaimana tidak? Sebelum mengikuti rangkaian seleksi LPDP, Fikka telah mendaftar terlebih dahulu di University of Aberdeen, Scotland. Ia pun dinyatakan diterima dan mendapatkan Letter of Allowance (LOA). LOA itulah yang ia gunakan untuk melengkapi persyaratan beasiswa LPDP.

“Kalau tidak diterima beasiswa LPDP, saya akan pikir-pikir kuliah di Aberdeen dan coba beasiswa lagi tahun depan,” beber Fika. Alasan itu diambilnya karena biaya bersekolah di Aberdeen sangat besar jika tidak dibantu dengan beasiswa.


Berjanji mengabdi untuk Indonesia

Seiring berakhirnya rangkaian acara Pesta Rakyat Nusantara yang digelar oleh PK 45, Sabtu (31/10), maka berakhir pula tugas-tugas pra-PK untuk Fikka dan kawan-kawannya. Gadis kelahiran 4 Agustus ini tinggal melengkapi syarat-syarat administratif yang belum selesai dan menunggu keberangkatannya pada bulan Januari 2016. “Program perkuliahan akan dimulai sekitar pertengahan Januari nanti,” kisah Fikka.

Ketika ditanya tentang keinginan Fikka bekerja di luar negeri, Ia menampiknya. Ia bertekad menyelesaikan studinya tepat waktu dan langsung kembali ke Indonesia. “Buatku, tidak semudah itu meninggalkan Indonesia. Keluargaku masih di Indonesia. Masih banyak juga perusahaan-perusahaan minyak di Indonesia yang bisa dijajal,” tegasnya. Fikka yang pernah belajar di jurusan Teknik Geofisika angkatan 2009 ini pun bertekad langsung mencari pekerjaan di Indonesia usai studi di Skotlandia selesai.

Program beasiswa LPDP sendiri sangat menekankan para pesertanya untuk lekas kembali ke Indonesia. Ilmu dan pengalaman yang didapatkan di luar negeri diharapkan mampu memberikan kontribusi untuk masyarakat dan kemajuan Indonesia.

Lalu, bagaimana dengan kamu, tertarik mengikuti jejak Fikka? Daftarkan dirimu di beasiswa LPDP dan ciptakan pengalamanmu sendiri.



Penulis        :  Febriyanti Revitasari

Editor          : Rita Pamilia

Foto             : Riska Hasnawaty

Tags : mahasiswa, beasiswa LPDP, my job,
Leilani Hermiasih: Frau dan Kepiawaian Bermusik Freelance,
Selasa, 22/11/2016 13:40 WIB Leilani Hermiasih: Frau dan Kepiawaian Bermusik
Tommy Apriando: Lulusan Hukum Berprofesi Jurnalis Freelance,
Kamis, 17/12/2015 11:09 WIB Tommy Apriando: Lulusan Hukum Berprofesi Jurnalis
Suryo Wibowo: Tantangan Menjadi Wartawan Foto Freelance,
Minggu, 22/02/2015 01:30 WIB Suryo Wibowo: Tantangan Menjadi Wartawan Foto
Fikka Anastasia: Bakal Mengabdi untuk Indonesia Usai Studi di Luar Negeri | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png