Enterpreunership, Rabu, 09/09/2015 09:45 WIB

Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan

Pernah makan kue cubit? Jajanan tradisional khas Jakarta yang awalnya susah ditemukan ini kini kian populer. Momen ini dijadikan peluang bagi Muhammad Ridho untuk terus mengembangkan bisnisnya: Kue Cubit Bang Ido
Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan
Inspirasi kesuksesan ternyata datang dari hal yang tidak terduga. Semua bergantung dari kemampuan seseorang untuk cermat dan mau mengembangkan peluang yang ada di depan mata. 

Berawal dari kebiasaannya yang senang membeli kue cubit sepulang sekolah, Ido--panggilan akrab dari Muhammad Ridho--ini menyadari bahwa mendapatkan kue cubit ternyata sudah tak semudah zaman dulu lagi. “Cari kue cubit sekarang susah, harus ke pasar-pasar tradisional,” terang laki-laki kelahiran 14 Januari 1993 ini.

Kondisi inilah yang memicu mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UGM angkatan 2010 ini memiliki ide untuk mengembangkan bisnis kue cubit. Akhirnya, dengan berbagai inovasi untuk mempercantik penganan tradisional ini, ditambah dengan meroketnya popularitas kue cubit di Jakarta, Kue Cubit Bang Ido menjadi satu dari sekian check list tempat kuliner yang wajib dikunjungi.


Senang jualan sejak SMP

Kecermatan membaca pasar dan peluang serta ide-ide kreatifnya ternyata tidak timbul begitu saja. Ia sudah mulai melatihnya sejak SMP dengan berjualan nasi goreng, pulsa, jersey sepak bola, bahkan minyak wangi. 

“Waktu SMP sempat jualan nasi goreng. Awalnya sih untuk tugas sekolah tapi lama-lama jadi banyak yang pesan,” kenangnya. Kala itu, ia mampu melihat peluang kebutuhan teman-teman sekelasnya akan makanan karena jarak kantin yang cukup jauh dari ruang kelas membuat waktu istirahat tersita setengahnya. “Kita istirahatnya 15 menit. Sementara gara-gara kelas kita di lantai 4, kita butuh waktu PP (pulang-pergi, -red) kelas ke kantin kurang lebih 8 menit sendiri,” tambahnya.

Sebagai mahasiswa jurusan teknik mesin, kesukaannya berbisnis kuliner mungkin sedikit mengejutkan. Di saat teman-temannya berambisi untuk bekerja di perusahaan multinasional, Ido justru memikirkan ide bisnis yang kira-kira mampu ia kembangkan. “Di saat banyak teman pingin bekerja di Pertamina, Chevron, Total, dan sebagainya, aku malah enggak tertarik. Semakin lama, aku semakin ngerasa kalau kerja di perusahaan tuh bukan aku banget,” tuturnya.


Hutang dijadikan mood booster

Ridho memulai bisnis ini sejak April 2014. Kini, berselang 16 bulan, ia sudah mampu mendirikan dua warung tenda Kue Cubit Bang Ido di Jl. Kaliurang dan Seturan, serta satu kafe di Jl. Moses Gatotkaca. Terbilang singkat bukan? Namun, Ridho mengakui keberhasilannya mengembangkan bisnis ini bukan tanpa masalah.

“Satu bulan pertama aku hampir mau menyerah. Banyak komplain, omset sedikit, dapat capeknya doang, terus masih kuliah juga,” ungkapnya. Salah satu komplain yang sering datang dari pelanggan adalah kue yang masih setengah matang. “Mereka seringnya minta dimasak lagi. Padahal kan cara paling enak menikmati kue cubit itu pas setengah matang,” tambahnya.

Jumlah omset yang sedikit demi sedikit meningkat, ditambah popularitas kue cubit yang kian booming di Jakarta, serta dorongan untuk melunasi hutang, membuat Ido memilih mempertahankan warung tendanya. “Aku buka Kue Cubit Bang Ido ini sebelum kue cubit jadi hits di Jakarta. Nah, jadi pas sudah jadi hits, aku lumayan terbantu juga. Ditambah semangat untuk melunasi hutang buat modal yang waktu itu Rp 16 juta,” cerita laki-laki yang sudah bercita-cita memiliki bisnis sejak tahun kedua kuliah ini. 

Kini, Ido memiliki impian untuk mengembangkan  cabang bisnisnya di kawasan Joglosemar alias Jogja-Solo-Semarang. “Pingin buka cabang ke Jogja, Solo, Semarang. Baru kalau nanti prospek lagi, dikembangkan ke Surabaya dan Malang,” pungkas mahasiswa yang masih bergelut dengan tugas akhirnya ini.

Ternyata nostalgia masa kecil pun bisa jadi ide bisnis yang menjanjikan bukan? Bila kamu punya cita-cita berbisnis dan sedang mencari ide kreatif, terus semangat dan pantang menyerah ya! [CN]



Penulis    : Grattiana Timur

Editor      : Rifki Amelia F.

Foto        : Hanung Hambara

Tags : makananjadul, myjob, enterpreneurship, kuliner, bisnis, mahasiswa
Rubby Emir: Penyandang Disabilitas Juga Perlu Pekerjaan Enterpreunership,
Senin, 14/11/2016 09:35 WIB Rubby Emir: Penyandang Disabilitas Juga Perlu Pekerjaan
Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda Enterpreunership,
Rabu, 09/11/2016 11:35 WIB Chasan Muhammad: Sukses Kelola Tiga Bisnis di Usia Muda
Fandi Rahmat Widianto: Mengambil Peluang dari Referensi Jajanan Asing Enterpreunership,
Selasa, 05/01/2016 11:08 WIB Fandi Rahmat Widianto: Mengambil Peluang dari Referensi Jajanan Asing
Tano Nazoeaggi: Bekerja dan Berkarya Lebih dari yang Asli Enterpreunership,
Selasa, 22/12/2015 11:07 WIB Tano Nazoeaggi: Bekerja dan Berkarya Lebih dari yang Asli
Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan Enterpreunership,
Rabu, 09/09/2015 09:45 WIB Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan
Muhammad Ridho: Sukses Terinspirasi Jajanan Kesayangan | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png