Office Hour, Senin, 29/06/2015 10:59 WIB

Iryan Herdiansyah: Kunci Sukses Bukan pada Jurusan tetapi Kemauan Belajar

Jurusan minim peminat bukan berarti tidak berprospek sama sekali karena pada intinya, setiap orang di jurusan apapun punya peluang untuk bekerja dan meniti karir. Kuncinya adalah kemauan belajar dan sikap open minded.
Iryan Herdiansyah: Kunci Sukses Bukan pada Jurusan tetapi Kemauan Belajar
Prinsip itulah yang dipegang teguh Iryan Ali Herdiansyah, lulusan Jurusan Sejarah UGM yang kini berkarir di bidang riset dan konsultasi pemasaran. Kuliah di jurusan minim peminat baginya bukan tanpa pergulatan batin. Banyak faktor-faktor yang ‘menggodanya’ untuk pindah jurusan.

Ian, begitu sapaan akrabnya, menceritakan, salah satu faktor yang sempat membuatnya bimbang untuk bertahan kuliah di jurusan sejarah adalah pengaruh eksternal. Hal itu dialaminya saat masa-masa awal kuliah yaitu pada semester pertama, ketika ia sedang mengalami masa adaptasi.

“Orang-orang dari jurusan minim peminat seperti jurusan saya, kebanyakan merasa underdog dan inferior dengan lingkungan eksternalnya,” ungkapnya. Pihak-pihak luar , seperti teman kos atau bahkan saudara dan keluarga, memberikan pressure dengan pertanyaan-pertanyaan semacam, “kamu ingin bekerja di mana setelah lulus nanti?” atau “kok memilih kuliah di jurusan itu?” sehingga tak sedikit rekan-rekan satu angkatannya berpindah ke jurusan lain. “Beberapa teman-teman yang tidak kuat terhadap tuntutan keluar (tekanan dari pihak luar, -red) akhirnya memilih menyeberang (berpindah jurusan, -red) ke FEB ataupun tetangganya, psikologi,” kenangnya.

Namun, pilihan Ian bertahan bukan tanpa alasan. Ia memiliki motivasi dan keinginan yang kuat untuk menempuh pendidikan di jurusan yang ia pilih. “Pada dasarnya teman-teman yang memilih pindah jurusan itu karena dari awal tidak termotivasi untuk masuk sehingga mudah goyah karena faktor eksternal,” tuturnya. Ia mengakui, salah satu motivasinya memilih jurusan itu adalah kecintaanya pada dunia literatur.


Open your mind and be adaptive!

Pada intinya, kuliah di jurusan populer atau banyak peminat tidak menjamin kesuksesan seseorang. Ian mengakui, teman-temannya yang kuliah di jurusan-jurusan populer, seperti jurusan-jurusan di fakultas teknik, merasa tidak enjoy dan ‘salah memilih jurusan’. “Ternyata kuliah di jurusan populer juga tidak selamanya mewakili keinginan. Bisa saja itu karena pengaruh tren dan popularitas,” terangnya.

Baginya, setiap orang dari jurusan apapun punya peluang untuk bekerja dan meniti karir. Memang, perusahaan-perusahaan tertentu, seperti Pertamina misalnya, membutuhkan SDM dengan kualifikasi yang lebih spesifik. Namun, banyak juga perusahaan yang background kerjanya masih bisa dipelajari walaupun tidak berasal dari background pendidikan yang sama. Kuncinya ada pada sikap untuk berpikir secara terbuka sehingga mendorong kemauan untuk terus belajar. 

Dalam kasus Ian, ia kini bekerja di bidang riset dan konsultasi pemasaran. Ia mengakui bahwa bidang kerjanya berbeda dengan background pendidikannya di jurusan sejarah. Namun, dalam perkuliahan, ia belajar mengenai bidang kepenulisan, logika, merumuskan masalah, teamwork dan kepemimpinan. “Pada intinya, semua jurusan di level perkuliahan mengajarkan hal-hal dasar yang sama.  Pembelajaran dasar ditambah dengan pengalaman aktif berorganisasi di unit kegiatan mahasiswa itulah yang menjadi dasar saya untuk bisa beradaptasi di tempat kerja yang sekarang,” terang laki-laki yang pernah bercita-cita menjadi penulis novel ini.

Belajar di jurusan sejarah yang dilandasi kecintaannya pada dunia baca pada akhirnya membuatnya kerap terjun dalam bidang kepenulisan. Pengalaman itulah yang ia gunakan sebagai dasar untuk meniti profesinya saat ini sebagai associate consultant di Consulting Firm Inventure. Ia banyak melakukan riset dan menulisnya menjadi sebuah buku. Salah satu buku tulisannya, di mana ia berperan sebagai co-author yang diterbitkan Gramedia pada 2014 lalu berjudul “Marketing to The Middle Class Moslem: Kenali Perubahannya, Pahami Perilakunya, Petakan Strateginya.”

Bidang profesi yang menjadi titian karir Ian yang sekarang memang berbeda dengan latar belakang pendidikannya dulu. Namun kemauan belajar yang terus-menerus serta kemampuan adaptasi membuatnya survive bahkan bisa bersaing di dunia kerja. Pada intinya, semua hal bisa dipelajari, di manapun dan kapanpun, tidak terbatas pada bangku perkuliahan saja.

Apakah kamu sekarang juga merasa jurusan kamu tidak populer? Tak khawatir bukan dengan masa depanmu? Yuk, bagikan juga ceritamu di kolom komentar! [CN]



Penulis    : Grattiana Timur

Editor      : Rifki Amelia F.

Grafis      : Hero Oka


Tags : jurusan tidak populer, prospek karir, riset, media
Iryan Herdiansyah: Kunci Sukses Bukan pada Jurusan tetapi Kemauan Belajar | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png