Office Hour, Senin, 22/09/2014 10:00 WIB

Welin Kusuma: Koleksi 24 Gelar dalam 15 Tahun! Berani?

Kamu merasa untuk meraih satu gelar sarjana saja susah? Hal itu tak berlaku bagi seorang Welin Kusuma.
Welin Kusuma: Koleksi 24 Gelar dalam 15 Tahun! Berani?
Lagi galau karena skripsimu tak kunjung selesai? Kamu harus berkenalan dengan Welin Kusuma, laki-laki asal Kendari yang sudah menyandang 9 gelar sarjana.
Bahkan, tak cuma gelar sarjana, Welin juga punya 3 gelar master dan telah menjalani 12 pendidikan profesi. Total ada 24 gelar dan predikat yang disandangnya. Semuanya dilakukan dalam waktu 15 tahun. Wow!

Menguasai banyak bidang

Setelah menghabiskan masa kecil dan remaja di Kendari, Sulawesi Tenggara, Welin mulai menempuh studi di Teknik Industri Universitas Surabaya (Ubaya) pada 1999. Pada pertengahan kuliah, Welin mulai menyadari bahwa ia bisa belajar banyak hal dari teknik industri. “Dari situ, saya lihat, ternyata saya bisa belajar macam-macam dari teknik industri. Dari situ saya bisa belajar manajemen dan beberapa hal lain yang ingin saya ketahui lebih dalam. Jadi daripada sia-sia, saya tambah belajar, kuliah bidang lain juga,” terang Welin kepada CareerNews beberapa waktu lalu.

Berangkat dari pemikiran tersebut, selagi masih menjalani kuliah di Ubaya, Welin pun mulai menjalani kuliah lain di beberapa kampus berbeda, mulai tahun 2001. Selain di Ubaya, ia juga berkuliah di STIE Urip Sumoharjo, Universitas Terbuka, Universitas Airlangga, Sekolah Tinggi Teknik Surabaya, dan Universitas Kristen Petra. Semuanya pada jenjang S1 di bidang manajemen, administrasi bisnis, hukum, teknik informatika, bahasa Inggris, administrasi publik, statistika, dan akuntansi.

Tak cukup S1, Welin pun juga mengambil beberapa program magister. Ia telah mendapatkan S2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (teknik industri) dan Universitas Airlangga (manajemen dan kenotariatan). Tak berhenti di S2, Welin menempuh lebih banyak lagi pendidikan profesional, antara lain meliputi perencana keuangan, brand development, manajemen produk, konsultan pajak, human resources, hingga akuntan.

Apabila kita menuliskan nama lengkap laki-laki kelahiran 8 Maret 1981 ini dengan seluruh gelarnya, kurang lebih akan tertulis Welin Kusuma, ST, SE, S.Sos, SH, S.Kom, SS, SAP, S.Stat, S.Akt, MT, MSM, Mkn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, Aff.WM, BKP, QWP, CPHR, ICPM, AEPP, CBA, CMA. Semua gelar tersebut diperolehnya sejak 1999 sampai 2014 dan masih akan terus bertambah.  Gelar-gelar inilah yang kemudian mengantarkan Welin menerima penghargaan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai peraih gelar multidisiplin terbanyak.

Welin menempuh seluruh proses perkuliahan dan pendidikan tersebut selama 15 tahun. Hebatnya lagi, beberapa proses perkuliahan ia jalani dalam waktu bersamaan. Ia bahkan pernah menempuh 111 SKS dalam satu semester yang mengantarkannya meraih rekor MURI kedua.

Inspirasi dari ayah

Laki-laki yang sekarang tinggal di Surabaya ini berniat untuk terus belajar dan menguasai banyak bidang. Namun apa sebenarnya yang membuatnya termotivasi dan terus bertahan menjalani semua pendidikan yang ditempuhnya? Ternyata salah satu inspirasi terbesar datang dari ayahnya. “Waktu muda, ayah ingin belajar tetapi tidak bisa kuliah. Namun dia mengambil banyak kursus dan punya berbagai sertifikat,” kisahnya.

Dari situ, Welin melihat kursus dan sertifikat yang dimiliki ayahnya tersebut sangat bermanfaat. Meski tidak kuliah, ayahnya memiliki banyak keterampilan dalam berbagai hal. Hal itulah yang mendorong Welin punya semangat belajar yang lebih tinggi. “Saya ingin bisa lebih dari ayah,” ujarnya.


Motivasi kuatnya untuk banyak belajar tentu membawa tantangan tersendiri. Welin harus benar-benar pandai membagi waktu untuk menjalani seluruh aktivitas kuliahnya. Tak semuanya selalu berjalan dengan lancar. Waktu yang mepet, kelas kuliah bentrok, hingga ancaman drop out (DO) pernah dialaminya karena salah satu studi yang ditempuh memakan waktu 9,5 tahun. Waktunya yang sempit dan hampir habis untuk perkuliahan masih harus dibagi lagi untuk bekerja. “Untungnya saya hampir tidak pernah sakit selama kuliah dan bekerja. Padahal waktu itu pekerjaan juga banyak yang lembur,” kata Welin.


Namun toh ia berhasil mencapai 80 persen absensi dari masing-masing kuliah yang dijalani. Welin juga memasang target untuk lulus salah satu perkuliahan setiap semester. Karena itulah Welin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk menyelesaikan tugas kuliah. Ketika kuliah kosong, misalnya, Welin tak lantas bersantai-santai. Ia akan menggunakannya untuk mengerjakan tugas. Kala itu, ia akan selalu membawa disket yang bisa ia bawa ke mana-mana untuk mengerjakan tugas di rental komputer.

“Saya juga pernah merasa jenuh. Kok kayak begini ya setiap hari? Apakah masih harus dipertahankan? Tapi saya sudah berkorban sejauh ini, sudah keluar banyak biaya, dan sulit juga untuk menyelesaikan kuliah. Jadi saya bertekad, semua yang sudah saya ambil harus saya selesaikan,” ujar Welin.

Terus belajar sembari berkarir

Selesai berkuliah, Welin pertama kali bekerja di perusahaan properti, yakni marketing associate di Century 21 Indonesia. Selanjutnya, Welin juga bekerja di ABN AMRO Bank N.V. sebagai business development consultant. Barulah kemudian Welin berkarir di PT HM Sampoerna sejak 2009 hingga saat ini.

Pendidikannya yang lintas bidang membuat Welin mudah berganti bidang saat berkarir. Awalnya, pekerjaannya lebih condong ke sistem pabrik yang menuntutnya banyak bekerja di lapangan. Namun karena ia juga pernah belajar finance, ia kemudian bisa melanjutkan karir yang lebih berhubungan dengan angka-angka. Saat ini, Welin masih menjadi financial analyst di perusahaan rokok tersebut.

Dari semua ilmu yang dipelajarinya, bidang finance memang paling banyak ia gunakan dalam dunia kerja. Ia telah mempelajari bidang tersebut dari jenjang S1, S2, hingga sertifikasi profesi. Total ada 10 gelar bidang finance yang dimilikinya.

Meski telah bekerja selama lima tahun di PT HM Sampoerna, semangat belajarnya masih belum mengendur. Namun karena sebagian besar waktunya sudah tercurah untuk bekerja, ia hanya memprioritaskan pendidikan profesi yang dapat dijalani dengan lebih fleksibel sembari bekerja. Selain itu, Welin juga bekerja paruh waktu sebagai konsultan pajak. “Nantinya saya ingin punya kantor konsultan sendiri. Jadi sekarang saya mulai cari teman yang punya visi sama. Sekarang masih memperkuat bidang profesi menjadi ilmu yang bisa digunakan,” ujar Welin menerangkan rencananya.

Welin menegaskan, kunci keberhasilan adalah fokus. Keberhasilannya diawali dengan fokus belajar, mencari satu bidang yang dikuasai, dan kemudian menguasai bidang lainnya yang berkaitan. “Intinya jangan mudah menyerah. Setiap orang pasti punya masalah. Kalau kita melihat masalah sebagai tantangan, pasti kita bisa menyelesaikan masalah. Akhirnya semua akan bisa kita selesaikan,” pesannya.

Ayo, sudah sampai mana skripsimu sekarang? Kalau Welin bisa lulus banyak program S1, kamu juga pasti bisa lulus dengan gemilang. Hadapi semua tantangan, jangan menyerah!


Menurutmu, bagaimana pendapatmu tentang prestasi Welin? Yuk, berikan komentarmu! [CN]


Penulis      : Rifki Amelia

Editor       : Vinia Rizqi

Foto         : dok.pribadi








  Tags : welin kusuma, 24 gelar sarjana, tip sukses sarjana, tip sukses meraih sarjana, Welin peraih MURI
Agnes : Setiap Orang itu Spesial, Maka Yakinlah Pada Dirimu Office Hour,
Kamis, 07/09/2017 00:00 WIB Agnes : Setiap Orang itu Spesial, Maka Yakinlah Pada Dirimu
Ellen Samil: Passion Jadi Kunci Puluhan Tahun Berkarir Office Hour,
Jumat, 31/03/2017 10:32 WIB Ellen Samil: Passion Jadi Kunci Puluhan Tahun Berkarir
Mila Lubis: Riset itu Dinamis dan Menyenangkan Office Hour,
Jumat, 03/03/2017 11:35 WIB Mila Lubis: Riset itu Dinamis dan Menyenangkan
Melvin Hade: Jadi Brilian dan Self Driver di Usia Muda Office Hour,
Jumat, 23/09/2016 15:50 WIB Melvin Hade: Jadi Brilian dan Self Driver di Usia Muda
Welin Kusuma: Koleksi 24 Gelar dalam 15 Tahun! Berani? | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png