Career Issue, Rabu, 29/08/2018 16:47 WIB

Dunia Periklanan Tak Pernah Redup! Selalu Menjanjikan dan Butuh Kamu!

Jika kamu membaca judul di atas aneh, mungkin kamu cocok menjadi seorang copywriter.
Dunia Periklanan Tak Pernah Redup! Selalu Menjanjikan dan Butuh Kamu!
Dunia kreatif memang berkembang begitu pesat. Bagi mereka yang dinamis dan haus akan karya, mungkin bidang ini cocok menjadi tempat berlabuh. Salah satu industri kreatif yang selalu ramai menghasilkan karya adalah dunia iklan.

Kapan saja dan di mana saja, kamu pasti akan menjumpai iklan, baik yang sifatnya langsung maupun ‘terselubung’. Ragamnya makin bervariasi mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan customer. Bentuknya pun makin kreatif. Di balik berbagai uniknya iklan yang tersaji, ada mereka para pekerja kreatif yang bergerak di belakangnya.

Kiki Lumaela, Senior Copywriter BBDO (bbdoasia.com) mengatakan, bekerja di dunia iklan memang sangatlah dinamis dan menarik. Salah satu hal menyenangkan yang Kiki rasakan adalah adanya sebuah kebanggaan ketika hasil karya kita sudah jadi dan dipublikasikan, apalagi kalau bisa mendapat respon baik dari audiens.

Secara sistem kerja pun, Kiki merasakan dunia ini begitu menyenangkan bagi mereka yang suka dan update dengan dinamika tren global. “Di sini kerjanya juga lebih organik, tidak ada batasan mana atasan dan mana bawahan,” terangnya.

Hal berbeda disampaikan oleh Marselinus Krishna Adhi Nugroho atau biasa disapa Krishna, Creative Group Head Srengenge (srengenge.co.id). “Sukanya kerja di dunia iklan tu kita tidak terikat waktu, bisa datang dan pulang kapan saja selama pekerjaan selesai sesuai deadline,” terangnya.

Selain itu, ia juga merasa senang karena beberapa kali bisa berkesempatan bertemu dengan petinggi perusahaan atau instansi resmi bahkan public figure seperti artis di beberapa proses produksi iklannya. “Selain itu, kita tidak terikat untuk pakai seragam. Datang ke kantor nggak harus rapi, yang penting nyaman. Tentu saja selama tidak ada janji untuk bertemu klien ya,” ujar Krishna.

Ada manis ada asin, ada suka tentu ada duka. Demikian halnya bekerja di dunia iklan. Krishna memaparkan, karena jam kerja yang fleksibel itulah tak jarang dia lembur sampai larut malam ketika memang ada deadline yang harus diselesaikan. “Kadang dicariin customer juga pas di rumah, pokoknya customer nggak mau tau kita baru apa,” ujar Krishna sambil tertawa.

Sedangkan menurut Kiki, duka bekerja di industri ini adalah ketika klien bilang NO untuk hasil karya yang sedang kita presentasikan. Tentu saja ia dan tim harus revisi ulang hasil kerja untuk mendapatkan karya yang sesuai dengan permintaan klien. “Oleh karenanya ada yang bilang kalau kita sebaiknya jangan terlalu cinta sama karya kecuali karya tersebut sudah selesai dieksekusi,” papar Kiki.

Meski begitu, baik Krishna maupun Kiki sama-sama merasakan kesenangan tersendiri bekerja di dunia iklan. Hal ini terbukti dengan lama waktu kerja yang tidak sebentar. Tak hanya karena rasa cinta pada pekerjaan, namun ada beberapa faktor yang membuat mereka bisa kerasan bekerja di industri iklan.


Skill untuk sukses

Kiki mengatakan, passion terhadap iklan dan keinginan untuk mau menemukan ide-ide baru adalah kunci utama bagi seseorang untuk sukses di industri ini. “Orang yang sukses di sini adalah orang yang tahan banting, karena jam kerja mereka tidak pasti dan lemburnya banyak,” tambah gadis yang juga pernah bekerja sebagai copywriter di agensi iklan TCP-TBWA ini.

Menurut Krishna, mereka yang mampu berpikir kreatiflah yang bisa berhasil menaklukkan tantangan di dunia iklan. “Mereka harus berpikir ‘nakal’, maksudnya mereka harus bisa menyelesaikan masalah tidak hanya dengan satu, tapi dengan banyak jalan,” terangnya.

Kiki mengamini hal tersebut. Menurutnya, pekerja iklan adalah seorang observant. Mereka suka mengamati. “Rasa penasaran mereka besar untuk melihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain,” ujarnya. Oleh karenanya Krishna mengatakan bahwa seorang pekerja iklan sukses adalah mereka yang dinamis dan memiliki keinginan besar untuk belajar banyak hal. Mereka harus pandai mengatur waktu karena deadline bisa datang kapan saja.

Selain itu, teamworking sudah tentu menjadi syarat mutlak untuk sukses di sini. Kamu harus pandai berkolaborasi dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik untuk bisa mempresentasikan hasil karyamu di hadapan klien.

Secara hardskill, seorang pekerja iklan harus bisa menguasai alat kerja yang dia butuhkan sehari-hari. “Kalau dia seorang creative ya harus bisa software untuk mendesain dan melakukan layout. Kalau dia seorang copywriter harus memiliki perbendaharaan kata dan kemampuan menulis. Sedangkan jika dia seorang account maka harus bisa melakukan strategi komunikasi dan branding,” terang Krishna yang saat ini tengah mengelola branding untuk Bank BRI dan Indaco Warna Dunia.


Pekerja iklan identik dengan lulusan komunikasi atau DKV?

Kiki dan Krishna sama-sama bilang tidak untuk anggapan ini. Meski kebetulan menjadi lulusan ilmu komunikasi Universitas AtmaJaya Yogyakarta, Krishna merasa dunia ini bukan hanya milik mereka dari jurusan komunikasi. “Ada yang dari jurusan arsitektur misalnya, justru mereka lebih bagus karena memiliki pandangan berbeda tentang advertising. Iklan itu belajar tentang sifat manusia dalam berkomunikasi,” tuturnya.

Beda lagi dengan Kiki. Ia kebetulan bukan lulusan ilmu komunikasi. Menurutnya, dunia iklan tidak harus diisi oleh anak komunikasi saja. “Iklan itu sangat dekat dengan hidup kita sehari-hari. Kita yang membuat dan akan dikembalikan pada kita. Pokoknya yang penting passion di bidang ini,” terang lulusan Hubungan Internasional UGM angkatan 2006 ini.


Prospek kerja di bidang iklan

Terkait dengan peluang kerja di dunia periklanan, Kiki dan Krishna memiliki pandangan yang sedikit berbeda. Bagi Kiki yang bekerja di agensi iklan yang berkantor di Jakarta, ia merasakan regenerasi karyawan begitu lambat. Ia merasa tenaga kerja yang benar-benar siap untuk terjun ke dunia iklan sangatlah sedikit. “Padahal industri kreatif sedang berjaya, jadi kami merasa kurang SDM. Padahal masuk agensi adalah pintu gerbang terbaik untuk masuk ke dunia periklanan,” papar gadis yang tengah mengelola beberapa branding perusahaan besar seperti BCA, Gudang Garam, dan Guinness ini.

Sedangkan menurut Krishna yang bekerja di agensi lokal, ia merasa kebutuhan di dunia iklan semakin ketat. “Sekarang satu orang saja dituntut untuk bisa menguasai banyak skill, satu tim bisa diisi hanya dengan 2-3 orang. Organisasinya nggak gendut,” ungkapnya. Meski begitu, Krishna mengakui bahwa hal berbeda mungkin dijumpai di agensi kota besar layaknya Jakarta. “Kalau di Jakarta turn overnya tinggi, jadi kebutuhan banyak,” ujarnya.

Meski kebutuhan SDM cukup berbeda antara agensi lokal, nasional, bahkan internasional, baik Kiki maupun Krishna sama-sama mengiyakan bahwa dunia ini sangat menjanjikan, terutama bagi mereka yang mendambakan gaji serta peluang karir cemerlang. Lalu apa saja tawaran menarik untuk bergabung di dunia iklan? Nantikan artikel kami selanjutnya ya. [careernews.id]



Penulis : Rita Pamilia

Editor   : Vinia R. Prima

Grafis  : Tongki Aribowo

Tags : copywriter, industri periklanan, advertising, anak ahensi, agency iklan
Dunia Periklanan Tak Pernah Redup! Selalu Menjanjikan dan Butuh Kamu! | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png