Career Issue, Kamis, 26/07/2018 10:00 WIB

Jika Mengalami Hal Ini, Mungkin Sudah Saatnya Kamu Ajukan Resign!

Apakah kamu sedang merasakan hal-hal ini? Mungkin kamu harus segera mencari pekerjaan baru!
Jika Mengalami Hal Ini, Mungkin Sudah Saatnya Kamu Ajukan Resign!

Bekerja dengan nyaman, gaji tinggi, peluang mendapatkan kesempatan karir dan pengembangan diri yang lebih tinggi tentu diinginkan setiap karyawan. Ditambah lagi jika tempat karyawan bekerja memiliki kondisi sosial yang cocok, karyawan akan semakin betah bekerja di perusahaan tersebut.

Namun, kondisi ideal tersebut tentu tidak dialami setiap karyawan. Apalagi, definisi ‘puas’ dalam bekerja untuk setiap orang tentu berbeda-beda. Fasilitas dan situasi yang diciptakan oleh perusahaan belum tentu memuaskan setiap karyawannya.

Ketidakpuasan ini akan memunculkan dampak yang berbeda-beda. Ada yang sifatnya sementara, namun ada juga yang berkepanjangan. Ketika kondisi kedua yang dialami, sudah pasti keputusan untuk resign akan berseliweran di benak si karyawan. Apakah saat ini kamu juga tengah merasakannya? Apakah keinginan untuk resign tersebut harus diwujudkan atau masih dalam tahap masih bisa diselamatkan?


Faktor pemicu resign

Menurut Staf Ahli ECC UGM Sri Muliati Abdullah, M.Psi., Psikolog atau biasa disapa dengan Lia, ada empat ketidaksesuaian di kantor yang biasanya memicu seseorang untuk resign. Pertama, karyawan merasa tidak sejalan dengan tim kerjanya, baik itu terkait dengan visi misi, kebijakan, aturan kerja, dan lain sebagainya. Kedua, ada juga ketidakcocokan seorang karyawan dengan teman kerjanya. Misalnya, dia merasa tidak nyaman dengan watak, kebiasaaan, atau karakter temannya.

Ketiga, pemicu untuk resign lainnya adalah harapan yang kandas untuk mendapatkan benefit sesuai harapan. Dalam poin ini, karyawan merasa tidak puas dengan apa yang diberikan oleh kantor, misalnya terkait gaji atau kesempatan untuk berkarir. Terakhir, resign bisa dipicu juga karena karyawan tertarik dengan tawaran kerja di tempat lain. Karyawan bisa tergiur tentu saja ada kaitannya dengan poin sebelumnya.

Faktor ini diamini oleh Risza Ratu Muliartha atau biasa disapa Icha, Senior Supervisor Sales PT Krakatau Posco. Faktor jenjang karir dan gaji adalah dua hal penting ketika dia memutuskan untuk resign dari perusahaan sebelumnya. Menurutnya, perusahaan yang pintar menjalankan roda bisnisnya sudah pasti pintar dan tidak lupa untuk mengelola karyawannya. Sehingga jaminan akan jenjang karir akan menjadi prioritas yang dipikirkan oleh perusahaan. “Sebagai karyawan, tentu hal ini menjadi poin yang sangat penting mengingat kepastian jenjang karir akan memberikan pengaruh pada perkembangan saya sebagai seorang individu,” tuturnya.

Dua kali menjalani proses resign membuat Icha berpikir matang ketika akan memutuskan resign. Ketika melirik perusahaan baru ia tidak lupa mencari tahu tentang bagaimana perusahaan tersebut berfokus pada kesejahteraan karyawannya. “Tunjangan pensiun dan kesehatan jadi faktor utama ketika saya memilih perusahaan baru,” paparnya.


Ya, ini saatnya buat kamu resign

Ada kalanya, keinginan untuk resign hanya terjadi sesaat dan bisa segera kita lupakan. Hal ini wajar terjadi mengingat tidak ada tempat kerja sempurna di dunia ini dan pasti ada satu atau beberapa hal yang kurang cocok dengan harapanmu. Namun jika keinginan resign terjadi berulang kali bahkan kadang sampai menimbulkan efek negatif yang luar biasa pada kinerja kita, ada baiknya kita mulai berpikir ulang.

Menurut Lia, ada tiga hal yang bisa jadi indikator kapan saatnya kamu untuk resign. Pertama, ketika kondisi di kantor membuatmu mengalami penurunan semangat untuk bekerja. Ketika pagi datang dan itu weekdays kamu merasa malas untuk bangun dan datang ke kantor, mungkin itu jadi salah satu indikator resign.

Kedua, kamu mulai mengalami penurunan produktivitas. Hal ini bisa ditengarai ketika deadline yang diberikan padamu mendadak tidak pernah bisa kamu selesaikan, atau ketika tantangan pekerjaan dari atasan bukan lagi jadi hal menggairahkan untukmu. Mungkin resign jadi pilihan selanjutnya.

Terakhir dan yang perlu diwaspadai adalah ketika kamu mengalami penurunan rasa bahagia dalam bekerja. Kebahagaiaan adalah hal yang dicari di balik semua benefit yang kita harapkan ketika bekerja. Jika bekerja saja rasanya sudah menjadi paksaan, maka mungkin sudah saatnya kita mencari tempat bernaung baru yang lebih baik.

Resign dari kantor tentu perlu dipersiapkan. Meski kamu sudah mengalami ketiga indikator di atas bukan berarti kamu harus segera membuat surat pengunduran diri saat ini juga. Ada banyak hal yang perlu kamu persiapkan terlebih dahulu.

Icha pun mengakui bahwa dia membutuhkan waktu kurang lebih enam bulan untuk akhirnya memutus komitmen pada perusahaan lamanya. “Tentu hal ini sangat dipengaruhi oleh faktor sebelumnya (peluang karir dan benefit yang diterima, -red), semakin saya merasa bahwa perusahaan tempat saya bekerja tidak memberikan kontribusi pada kedua faktor tersebut, maka keputusan untuk berhenti akan semakin kuat,” tandasnya.

Lalu, faktor apa yang sebenarnya harus kita persiapan sebelum resign dan bagaimana etika mengajukan resign? Kamu bisa membaca di artikel kami sebelumnya di sini dan artikel kami selanjutnya. [careernews.id]



Penulis : Rita Pamilia

Editor   : Vinia R. Prima

Grafis   : Moh Iwan


Tags : resign, pengunduran diri, mengundurkan diri, tip resign dari pekerjaan, etika resign,
Jika Mengalami Hal Ini, Mungkin Sudah Saatnya Kamu Ajukan Resign! | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png