Career Issue, Rabu, 25/07/2018 10:00 WIB

Ini Dia Beberapa Ketentuan Resign Menurut UU Ketenagakerjaan RI!

Sudah tahu ketentuan-ketentuan bagi karyawan yang akan mengundurkan diri? Coba tilik beberapa di sini.
Ini Dia Beberapa Ketentuan Resign Menurut UU Ketenagakerjaan RI!
Sobat Careernews.id, adakah diantara kamu yang berencana untuk mengundurkan diri (resign)? Sebelum kamu resign ada baiknya kamu ketahui terlebih dulu apa saja hak yang seharusnya kamu dapatkan ketika resign.
Seperti kewajiban dan juga peraturan mengenai tenaga kerja, peraturan mengenai resign juga diatur dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang disahkan oleh Presiden RI di kala itu, Megawati Soekarnoputri. Menurut UU yang terdiri dari 193 pasal ini, ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja. Sedangkan tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan  barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.

Pada dasarnya , pada UU ini melindungi hak-hak karyawan. Karyawan yang resign secara sukarela tidak mendapatkan pesangon seperti karyawan yang terkena PHK. Karyawan yang resign secara sukarela berhak mendaoatkan Uang Penggantian Hak (UPH) dan penghargaan masa kerja (uang pisah).

Mengutip dari UU tersebut, adapun pernyataan mengenai hal tersebut, terdapat dalam Pasal Pasal 162 Ayat 1 yang berbunyi:
“Pekerja/buruh yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri, memperoleh uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 Ayat 4.”
Pasal 156 Ayat 4 itu sendiri menjabarkan empat hal pokok mengenai UPH itu sendiri, antara lain sebagai berikut :
a. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;
b. Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ke tempat di mana pekerja/buruh diterima bekerja;
c. Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima belas perseratus) dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang
memenuhi syarat;

d. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau  perjanjian kerja bersama

Sehingga, sangat penting bagi kamu untuk membaca dengan baik kontrak kerjamu di awal masa kerja


Tak hanya membahas mengenai hak terkait nominal bagi karyawan yang resign. UU ini juga melampirkan mengenai etika atau tata cara yang sejatinya dipatuhi oleh karyawan yang akan mengajukan surat pengunduran diri. Ketentuan berjumlah tiga poin utama tersebut terdapat dalam Pasal 162 Ayat 3 sebagai berikut :
1. Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri;

Hal ini terkait dengan persiapan yang akan dilakukan oleh perusahaan untuk mencarikan pengganti dan tranfer knowledge kepada karyawan pengganti


2. Tidak terikat dalam ikatan dinas;
3. Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri

Nah bagaimana? Apapun keputusannya, ada baiknya kamu mengetahui dengan baik setiap poin tersebut. Resign memang hak karyawan, namun sebaiknya pahami etikanya agar tidak terjadi kesalahpahaman antara karyawan dengan perusahaan yang ditinggalkan. [careernews.id]


Sumber : UU Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Penulis : Vinia R. Prima

Grafis : Tongki Aribowo





Tags : resign, surat pengunduran diri, UU Ketenagakerjaan, hak resign, Perusahaan, surat,
Ini Dia Beberapa Ketentuan Resign Menurut UU Ketenagakerjaan RI! | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png