Career Issue, Selasa, 15/05/2018 17:04 WIB

‘Berhenti Di Kamu!’ Jangan Sampai Orang Lain Teracuni Hoax!

Jangan coba-coba racuni teman-temanmu dengan info hoax. Cross-check kebenarannya dulu, baru share kemudian! Setuju?

‘Berhenti Di Kamu!’ Jangan Sampai Orang Lain Teracuni Hoax!
Penipuan info lowongan kerja memang bukan hal baru. Penipuan jenis ini sudah ada sejak lama. Modusnya pun sangat beragam. Tapi kamu bisa kendalikan bahayanya dengan berikut ini. 



Sebelumnya kami telah mengulas tentang jenis-jenis modus info penipuan lowongan kerja. (klik di sini untuk baca lagi). Penipuan berbasis lowongan kerja tidak hanya terjadi pada perusahaan dengan nama besar. Wah bisa begitu ya?

Banyak juga perusahaan kecil yang dicatut namanya untuk membumbui skenario penipuan. Bahkan, perusahaan yang tidak ada pun harus diada-adakan alias membuat nama perusahaan baru yang sudah jelas fiktif untuk menguatkan modus penipuan.

Fresh graduates adalah sasaran paling empuk. Mengapa? Dicuplik dari acara Vday: Countering Hoax by ECC UGM, Polda DIY, dan PCMI  pada Minggu (25/3), ada empat hal yang membuat fresh graduates jadi incaran penipuan lowongan kerja. Yakni, karena darah muda biasanya lebih bersifat tergesa-gesa, memiliki antusiasme tinggi untuk segera bekerja, money hungry, serta memiliki kondisi emosi yang relatif belum stabil sehingga kurang bijak ketika mengambil keputusan.

Ketika kamu menjumpai info lowongan maupun panggilan tes yang mencurigakan bahkan meyakini 100 persen jika itu penipuan, jangan diam! Mengapa? Karena menurut foresightrecruitment.co.uk, sebanyak 72 persen jobseeker tidak menyadari adanya penipuan kerja. Karenanya, kamu yang menyadarinya sejak awal sebaiknya ikut membantu untuk mengentikan rantai penipuan ini agar korban tidak semakin banyak.

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah tidak menyebarkan info lowongan kerja yang kamu yakini palsu. Berhenti saja di kamu! Jika kamu tidak yakin? Maka kamu bisa mulai mengamati info rekrutmen yang kamu terima. “Penyebar berita lowongan sebaiknya telah mengecek kebenaran berita dengan langkah-langkah yang benar sebelum menyebarkan ke teman, kenalan, ataupun kerabat, “ ujar Staf Ahli ECC UGM, Sri Muliati Abdullah, M.Psi.

Menurutnya, kita harus teliti melihat kebenaran sebuah rekrutmen mulai dari pertama kali info lowongan tersebut dibuka. Perhatikan dan bandingkan posisi yang dicari dengan persyaratan yang dibutuhkan. “Gunakan logika utk mencermati info lowongan, “ terangnya. 

Misalnya kamu melihat ada posisi yang menuntut kemampuan spesialis, tapi ternyata kok malah menerima multientry. Kamu wajib waspada jika mendapati lowongan seperti ini. Atau,lowongan operator mesin pengolah limbah yang notabene dijabat oleh jurusan teknik mesin tapi ternyata malah menerima lulusan dari semua jurusan teknik.

Selain itu, Lia juga menegaskan untuk setiap jobseeker mencermati info lowongan yang menawarkan gaji pertama besar tanpa diikuti persyaratan kualifikasi yang sepadan. “Waspadai juga jika lowongan juga menyertakan “syarat dan ketentuan” yang berlaku,” terangnya.

Jika kamu masih tidak yakin dengan kebenaran sebuah informasi lowongan kerja, kamu bisa mengecek kebenarannya dengan melihat info lowongan di media, baik online maupun offline. Cek website resmi perusahaan atau media sosial resmi perusahaan. Biasanya, ketika perusahaan memang membuka lowongan, mereka akan mempublikasikan rekrutmennya melalui media-media resmi yang mereka miliki.

Jika ternyata kamu tidak menemukan info lowongan tersebut, cara lain yang bisa dilakukan untuk melakukan kroscek adalah menghubungi kontak resmi perusahaan. Hal ini sekaligus menjadi langkah kedua yang bisa kamu tempuh saat menemukan lowongan palsu. hubungii perusahaan atau agensi tempat lowongan dipublikasikan.

Oleh karenanya menurut Lia, mengetahui kontak perusahaan atau agensi jasa tenaga kerja sangatlah penting. “Hubungi contact person yang ada untuk mencari tahu hal-hal yang masih belum jelas,” tegasnya.

Dengan menghubungi perusahaan ataupun agensi tenaga kerja terkait sama artinya dengan kamu telah membantu menghentikan penipuan yang terjadi. Dengan informasi yang diberikan, mereka bisa segera melakukan pengecekan dan melakukan publikasi untuk memperingatkan jobseeker lain agar waspada. Dengan begitu, penipuan tidak akan berlangsung semakin lama yang membuat korbannya bisa bertambah.

Jadi, bersikap waspada saat mencari kerja itu sangat penting ya, Guys! Namun yang tidak kalah penting lagi adalah tidak ikut menyebarkan informasi yang kamu sendiri tidak yakin dengan kebenarannya. Berpikir sebelum berbagi perlu dijadikan kebiasaan agar korban penipuan tidak semakin banyak. Semoga sukses mendapatkan pekerjaan impianmu!



Penulis : Rita Pamilia 

Editor : Puspa Aqirul Mala

Grafis : M. Rizal

Tags : Stop Hoax! Anti Hoax, anti Hoax, be smart, menjadi jobseeker cerdas, loker, loker hoax
Hampir Kena Rekrutmen ‘Bodong’, Gimana Ya Kisah Mereka? Career Issue,
Kamis, 17/05/2018 14:07 WIB Hampir Kena Rekrutmen ‘Bodong’, Gimana Ya Kisah Mereka?
‘Berhenti Di Kamu!’ Jangan Sampai Orang Lain Teracuni Hoax! Career Issue,
Selasa, 15/05/2018 17:04 WIB ‘Berhenti Di Kamu!’ Jangan Sampai Orang Lain Teracuni Hoax!
‘Berhenti Di Kamu!’ Jangan Sampai Orang Lain Teracuni Hoax! | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png