Career Issue, Kamis, 05/04/2018 14:26 WIB

4 Hal Ini Dijadikan Modus untuk Melakukan Penipuan Kerja, Pernah Mengalami?

Waspadalah, waspadalah! Sadari info penipuan, dan beritahu yang lain tentang hal ini.

4 Hal Ini Dijadikan Modus untuk Melakukan Penipuan Kerja, Pernah Mengalami?
Kamu baru saja lulus kuliah, tiba-tiba mendapat info kesempatan kerja di perusahaan benefit. Apa yang kamu pikirkan? Menggiurkan ya? Apa pilihanmu jika tiba-tiba kamu mendapat rejeki nomplok ini? Langsung lamar atau bagaimana?


Beware! Buka mata, dan tingkatkan kewaspadaanmu kamu perlu tahu dulu fakta ini. Dilansir dari foresightrecruitment.co.uk, Action Fraud, Pusat Laporan Penipuan dan Kriminal Sibernetika Nasional Inggris melaporkan bahwa terdapat empat besar penipuan berbasis online yang marak. Penipuan terbesar terjadi di ranah tenaga kerja di mana jumlahnya meningkat sebesar 300% dalam kurun waktu 2 tahun sejak 2015. Jumlah yang fantastis, bukan?

Penipuan berbasis online ini marak terjadi seiring dengan perkembangan teknologi internet khususnya di ranah pencarian kerja. Internet menjadi media utama jobseeker dalam mencari informasi dan melamar pekerjaan. Bahkan, proses seleksi kerja pun bisa dilakukan secara online. Dunia digital menjadi bank data besar di mana jobseeker bisa dengan mudahnya menyetor data-data pribadi yang bisa dimanfaatkan oknum kurang bertanggung jawab.

Menariknya, dari penelitian di atas, sebanyak 72% jobseeker tidak tahu apa itu penipuan bermodus lowongan kerja. Bahkan tidak menyadari jika penipuan sejenis ini memang benar-benar ada. 

 

Mengenali Modus Penipuan

Lalu, apakah mendapat kesempatan untuk mengikuti tes di perusahaan besar dengan penawaran gaji dan fasilitas luar biasa itu salah? Tentu tidak! Baik itu perusahaan besar maupun kecil, kamu tentu harus mengedepankan kewaspadaan. Senang tentu boleh, namun menyelidiki kebenaran dari seleksi kerja yang akan kamu hadapi jauh lebih penting.

Dicuplik dari acara Vday:Countering Hoax by ECC UGM, Polda DIY, dan PCMI  pada Minggu (25/3), ada empat hal yang biasanya dijadikan modus para penipu melakukan kejahatan di ranah rekrutmen kerja. 

1. Pemerasan 

Meminta sejumlah uang untuk bisa melalui sebuah tahapan tes. Modus ini menjadi cara yang paling umum dilakukan. Kamu diminta mentransfer sejumlah uang tertentu sebagai syarat untuk bisa menuju tahap tes selanjutnya.

2. Jual Tiket Perjalanan

Meminta jobseeker untuk membeli tiket di agensi tertentu. Hal ini biasanya terjadi ketika jobseeker diundang untuk mengikuti tes wawancara di luar kota sehingga membutuhkan tiket transportasi menuju ke sana. 

3. Jual Barang

Jobseeker secara tidak langsung diminta membeli produk perusahaan sebagai syarat mengikuti seleksi kerja. Modus ini marak pada beberapa dekade lalu. Jobseeker seakan-akan sedang berada di salah satu tahap seleksi padahal ujung-ujungnya mereka hanya diminta untuk membeli produk perusahaan.

4. Mencuri Data Pribadi Jobseeker
Penipu meyakinkan jobseeker bahwa sebuah perusahaan memang tengah membuka lowongan kerja. Jobseeker pun akhirnya melamar secara online termasuk memberikan data-data pribadi. Data inilah yang dicuri dan dikumpulkan sebagai bank data yang tentu saja bisa jadi sumber uang bagi para penipu.


Media untuk melancarkan penipuan

Masih dilansir dari foresightrecruitment.co.uk, ada lima media yang biasa dipakai oknum kurang bertanggungjawab dalam melakukan penipuan kerja.

Pertama, email. Penipu bisa mengirimkan tawarkan kerja menggiurkan padamu melalui email. Email sudah bukan menjadi hal privasi. Alamat email memang bisa dengan mudah didapatkan dengan melihat akun media sosial kita seperti LinkedIn atau Facebook. Masalahnya, ada juga penawaran kerja yang benar-benar riil bisa datang melalui email karena rekruter perusahaan menemukan email-mu dan tertarik dengan kualifikasimu setelah melihat LinkedIn atau CV online-mu. Oleh karenanya, penting untuk tetap melakukan crosscheck kebenaran dari setiap tawaran yang datang.

Dua, media publikasi yang biasa digunakan untuk melakukan pengumuman lowongan kerja sesungguhnya. Hal ini bisa membuat jobseeker sulit membedakan mana lowongan asli dan mana yang palsu.

Tiga, nama perusahaan yang sebenarnya tidak ada. Pernahkah kamu merasa asing dengan sebuah nama perusahaan yang tengah membuka lowongan kerja namun menawarkan fasilitas menarik? Sebelum berkata IYA untuk melamar, ada baiknya kamu mencari tahu tentang profil perusahaan yang akan kamu lamar. Pastikan website yang memuat profilnya adalah website resmi dan terpercaya.

Empat, lowongan palsu dari perusahaan riil. Media ini mungkin menjadi cara yang paling banyak dipakai oleh para penipu. Daripada susah-susah membuat perusahaan baru, tentu akan lebih mudah jika mencatut nama perusahaan besar yang sudah lama ada untuk dijadikan bumbu dari lowongan palsu yang dibuat.

Lima, media sosial. Sudah pasti media yang satu ini saat ini sudah menjadi teman-teman sehari dalam mencari kerja. Informasi tentang lowongan pekerjaan bertaburan di media sosial. Siapa saja bisa melihat. Jika kamu tertarik salah satunya, lakukan crosscheck antara informasi di media sosial dengan informasi di website resmi perusahaan.

So, jika kamu menjumpai adanya lowongan kerja atau panggilan tes palsu, apa yang bisa kamu lakukan? Nantikan artikel kami selanjutnya ya!



Penulis : Rita Pamilia

Editor : Puspa Aqirul Mala

Tags : anti Hoax, Countering Hoax, anti hoax campaign by ECC UGM, lowongan kerja palsu
Kamu Produktif Apa Sibuk? Ketahui di Sini! Career Issue,
Kamis, 05/07/2018 17:04 WIB Kamu Produktif Apa Sibuk? Ketahui di Sini!
Berapa Sih, Nominal THR yang Seharusnya Kamu Terima? Career Issue,
Minggu, 10/06/2018 23:01 WIB Berapa Sih, Nominal THR yang Seharusnya Kamu Terima?
4 Hal Ini Dijadikan Modus untuk Melakukan Penipuan Kerja, Pernah Mengalami? | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png