Career Issue, Jumat, 10/03/2017 11:22 WIB

Baca Persyaratan Lowongan Kok Kurang Antusias, Kenapa Ya?

Calon atasanmu di kantor nanti bisa jadi beda generasi sama kamu!
Baca Persyaratan Lowongan Kok Kurang Antusias, Kenapa Ya?
Tahukah kamu, bahwa angkatan kerja baru saat ini didominasi oleh mereka yang disebut sebagai Generasi Y atau Gen Y. Mereka adalah yang saat ini bekerja di level staf, supervisor, atau ada juga yang sudah masuk ke junior manager.

Jika kamu ada di rentang usia 17-36 tahun maka kamu adalah mereka yang juga disebut sebagai Gen Y. Atasan-atasan seniormu saat ini sebagian besar adalah mereka yang disebut sebagai Gen X. Siapa sebenarnya Gen Y dan Gen X, kamu bisa baca juga di link berikut.

Gen Y adalah generasi yang sangat dinamis, menyukai tantangan, suka bekerja cepat, dekat dengan teknologi, dan suka berkreasi. Karena sifatnya yang dinamis, tak jarang mereka suka berpindah tempat kerja untuk mencari hal baru. Mereka tak sepenuhnya adalah kutu loncat. Generasi ini bisa betah lama di sebuah perusahaan saat value yang ada di sebuah perusahaan sesuai dengan karakter mereka. Beri mereka tantangan, maka dengan bersemangat generasi ini akan berkarya.

Namun, meski Gen Y yang paling banyak dicari perusahaan untuk mengisi kursi-kursi karyawan, ternyata banyak perusahaan yang kurang tepat saat menuliskan persyaratan di lowongan. Hal ini disampaikan oleh Sri Muliati Abdullah, Staf Ahli ECC UGM.

Kekurangtepatan tampak pada beberapa persyaratan lowongan. Misalnya, banyak perusahaan yang masih mencari kandidat dengan syarat 'pekerja keras'. Padahal, Gen Y suka 'bekerja cerdas'. Menurut Lia, sapaan akrabnya, hal ini bisa terjadi karena sebagian HRD perusahaan termasuk dalam Gen X yang notabene memang workaholic.

Persyaratan lain yang bisa ditemui adalah berintegritas. “Hal ini tidak salah, mungkin cuma masalah penggunaan bahasa agar lebih menarik bagi para Gen Y,” ujar Lia. Menurutnya, dua contoh persyaratan tersebut kurang menarik karena kurang sesuai dengan karakter Gen Y. Mereka bisa saja merasa kurang tertantang.

Menurut Lia, perusahaan bisa mengambil minat para Gen Y dengan menampilkan persyaratan yang lebih sesuai dengan karakter para Gen Y. Misalnya saja, mengganti syarat 'bekerja keras' dengan 'bekerja cerdas'. Bisa juga mengganti 'berintegritas' dengan 'berkomitmen'.

Lia menambahkan, untuk menarik minat Gen Y melamar, perusahaan juga bisa menampilkan value perusahaan ke dalam lowongan. Hal ini dikarenakan kualitas dan loyalitas Gen Y berbanding lurus dengan kecocokan terhadap nilai-nilai perusahaan. Contoh value perusahaan yang pas untuk Gen Y adalah perusahaan yang memfasilitasi karyawan untuk smart working, menyukai inovasi, dan suka dengan karyawan yang menjawab tantangan.


Agar Gen Y produktif di lokasi kerja

Saat sudah sama-sama berada di perusahaan, antara Gen X dan Gen Y memang sering dijumpai ketimpangan. Mulai dari aturan perusahaan sampai cara bekerja bisa jadi pemicu Gen Y hengkang dari sebuah perusahaan. Lalu, bagaimana seharusnya menyikapi para generasi ini agar nyaman bekerja di sebuah perusahaan dalam waktu lama?

Menurut Lia, kesalahan sering dijumpai di perusahaan saat baru menerima karyawan. Baru masuk kerja, perusahaan langsung menyampaikan aturan-aturan dalam bekerja kepada para Gen Y. Ada baiknya, perusahaan menyampaikan terlebih dahulu job desc Gen Y untuk kemudian bersikap terbuka jika nanti pada praktiknya Gen Y menjumpai cara yang lebih baik dalam menyelesaikan pekerjaan. “Intinya kompromi. Jadi kalau selama on the job training ada yang perlu di-update silakan disampaikan pada perusahaan,“ jelas Lia.

Pun, beri ruang pada Gen Y untuk berekspresi karena dengan kenyamanan kerja, Gen Y bisa menelurkan ide-ide segarnya. Tak rugi kan kalau ide-ide itu bisa membangun perusahaan? “Perusahaan perlu mempertimbangkan ide-ide baru, meski itu datang dari karyawan baru sekalipun,” tandas Lia.

Hai kamu para Gen Y, sudahkah menemukan kenyamanan di lokasi kerjamu saat ini?



Penulis      : Rita Pamilia

Editor        : Yuana Anandatama

Grafis         : Muhammad Rizal

Tags : gen Y, gen Z, jobseeker, smart jobseeker,
Baca Persyaratan Lowongan Kok Kurang Antusias, Kenapa Ya? | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png