Career Issue, Jumat, 04/11/2016 14:07 WIB

Project Child Indonesia: Punya Misi Sediakan Fasilitas Air Minum Bersih

Membuka kesadaran masyarakat tentang kesehatan lingkungan jadi misi utama Project Child Indonesia.
Project Child Indonesia: Punya Misi Sediakan Fasilitas Air Minum Bersih
Diprakarsai pada tahun 2011 oleh Surayah Ryha bersama rekannya Marvin Kiefer, kini Project Child Indonesia sudah punya beberapa program sosial, antara lain Sekolah Sungai, Sekolah Pantai, dan Drinking Water Program.

Project Child Indonesia (PCI) merupakan satu dari sekian banyak NGO yang memilih pendidikan alternatif anak sebagai fokus mereka. Pendidikan alternatif dipilih Surayah Ryha atau biasa disapa Aya, Founder Project Child Indonesia karena menurutnya banyak aspek kompetensi yang belum bisa dijangkau oleh sistem pendidikan formal di Indonesia. "Apa core kompetensi yang tidak ditangkap oleh pendidikan formal? Misalnya, team work, leadership, disiplin, planning, responsif, ya kan? Stressless, attitude…,"tutur Aya.

Pada awal mulanya, NGO (Non-Government Organization) ini terbentuk atas inisiatif Aya dan Marvin saat mereka berpartisipasi di komunitas mengajar menjahit untuk ibu-ibu daerah Kricak Kidul, Tegalrejo, Yogyakarta. Selama kelas menjahit dilakukan, keduanya juga sering bertemu dengan anak-anak setempat. Menurut Aya, mereka tertarik bertemu Marvin yang seorang warga negara asing. Melihat ini, Marvin kemudian menawarkan pada anak-anak tersebut belajar bahasa Inggris. Dengan pemikiran ingin melanjutkan program mengajar tersebut secara lebih terorganisir, Aya bersama Marvin kemudian membentuk Project Child Indonesia

Kini, PCI sudah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan program-programnya. Beberapa dari mereka adalah para donatur yang datang baik dari Indonesia maupun luar negeri. Project Child Indonesia juga bekerja sama dengan Project Child Germany yang dipimpin oleh Marvin untuk mengelola donasi yang berasal dari Jerman.


Pemberian pendidikan alternatif anak secara gratis

Berbasis di Yogyakarta dan Pacitan, Sekolah Sungai dan Sekolah Pantai adalah dua program utama dari Project Child Indonesia. Kedua nama tersebut menurut Shabrina, Peserta Magang PCI asal UGM dipilih karena lokasi program ini berada di wilayah bantaran sungai dan pantai. Kelas diadakan seminggu sekali pada hari Senin untuk Sekolah Sungai 1 (kawasan Kali Code) dan hari Rabu untuk sekolah Sungai 2 (Kawasan Kali Winongo). Materi pelajaran yang diberikan pun beragam, mulai dari kelas musik, keterampilan membuat kerajinan tangan, hingga pengetahuan tentang lingkungan hidup dan alam.

Satu kelebihan dari semua kelas yang diadakan oleh PCI ialah menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantarnya. Muhammad Ikhwan H., Program Manager PCI, mengatakan alasan menggunakan bahasa Inggris adalah untuk lebih memudahkan pendekatan mereka kepada masyarakat. "Karena kita enggak bisa tiba-tiba datang ke pinggiran sungai dan bilang,’ Bu, saya mau ngajarin anak-anak ibu tentang kebersihan lingkungan’, kan secara pendekatan kurang," papar lelaki yang kerap disapa Kak Awan.

Dilihat dari peserta didik yang hadir saat tim Careernews mengunjungi lokasi Sekolah Sungai 2 pada Rabu, 26 Oktober 2016, hampir sebagian besar dari mereka adalah anak-anak usia sekolah dasar. Sabrina menuturkan bahwa tidak ada kriteria khusus untuk usia anak yang menjadi peserta di Kelas Sekolah Sungai. Siapa saja anak yang tinggal di daerah tersebut bisa ikut.


Misi penyediaan air bersih

Program utama lain yang dilakukan oleh PCI untuk membantu masyarakat selain bidang pendidikan ialah penyediaan fasilitas air bersih di sekolah. Program ini diberi nama  Drinking Water Program (DWP). Menurut Sabrina, "Di Drinking Water Program intinya adalah men-supply ‘water filter’ supaya anak-anak bisa dapat akses air bersih dan gratis di sekolah."

DWP saat ini telah bekerjasama dengan 12 SD di Kota Yogyakarta untuk menyediakan fasilitas air bersih bagi murid-muridnya. "Yang batch pertama itu ada namanya SD Taman Siswa Muda, SD Jetis 2, SD Vidyakasana, SD Bangunrejo 1, SD Bangunrejo 2, SD Terbansari 1. Lalu Batch ini (batch kedua-red) ada SD Petinggen, SD Kyai Mojo, SD Bumijo, Karangrejo, Sinduadi, Bangirejo," jelas Awan.

Awan menjelaskah bahwa program ini tidak akan berhenti pada menyediakan fasilitas water filter tetapi juga dilakukan controlling terhadapnya, pun sembari mengajarkan bahasa Inggris kepada para siswa, seminggu sekali. Pelajaran bahasa Inggris yang para volunteer berikan bukan sekadar mengajar grammar melainkan juga memberikan pengetahuan tentang kesehatan nutrisi.

Nah, seperti keyakinan sang pendirinya PCI tentang prinsip'Each Individual Can Just Do Good', yuk tunjukan aksi sosialmu bersama Project Child Indonesia. They are waiting for you!


Penulis      : Nikita Yolania

Editor        : Rita Pamilia dan Yuana Anandatama

Grafis        : Muhammad Rizal

Tags : NGO, karir NGO, kerja di NGO, mahasiswa, jobseeker,
Baca Persyaratan Lowongan Kok Kurang Antusias, Kenapa Ya? Career Issue,
Jumat, 10/03/2017 11:22 WIB Baca Persyaratan Lowongan Kok Kurang Antusias, Kenapa Ya?
Sektor Industri yang Bakal Melejit di Tahun 2017, Apa Saja? Career Issue,
Senin, 09/01/2017 15:53 WIB Sektor Industri yang Bakal Melejit di Tahun 2017, Apa Saja?
Project Child Indonesia: Punya Misi Sediakan Fasilitas Air Minum Bersih | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png