Career Issue, Rabu, 02/11/2016 11:50 WIB

Sisi Lain dari Kerja di NGO Bisa Kamu Ketahui di Sini!

Kerja sosial, mungkin itu pikiran yang terlintas di benak jobseeker mengenai karir di Non-Government Organization (NGO). Benarkah demikian?
Sisi Lain dari Kerja di NGO Bisa Kamu Ketahui di Sini!
Pada umumnya memang NGO punya visi dan misi yang tidak berfokus pada profit. Namun bukan berarti bekerja di NGO tak memberi benefit yang patut jadi pertimbangan. Simak paparan di bawah ini, siapa tahu karir model begini yang kamu cari.

Kali ini, kita akan membahas lewat cerita tentang Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK), sebuah program yang dikelola oleh Abt Associates asal Australia. Program ini memiliki fokus penanggulangan kemiskinan di desa-desa. Sejak didirikan awal tahun 2015 di Indonesia, KOMPAK telah bekerja di sekitar 200 desa yang tersebar di 7 provinsi dari Aceh hingga Papua.

Lalu ada Saujana, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berdiri sejak Agustus 2014 di Yogyakarta. Saujana lebih dikenal lewat produknya yang bernama Kerjabilitas, yakni platform informasi karir untuk penyandang disabilitas yang telah diluncurkan sejak Maret 2015.


Value sosial dan kesempatan belajar

Salah satu keunikan sekaligus daya tarik NGO adalah misi sosialnya. Buat kamu yang  berjiwa sosial, pasti akan senang bila ditawari berkarir di bidang yang membantu kesejahteraan masyarakat terpinggirkan. Rubby Emir, salah satu Founder Saujana yang juga menjabat sebagai CEO Kerjabilitas, mengakui kalau ia ‘menjual’ misi sosial untuk merekrut karyawan. "Kalau kamu kerja di sini kamu berbuat sesuatu untuk bangsa ini," ujarnya tentang iming-iming value yang dia tawarkan kepada calon karyawan. Menurutnya, nilai itu cukup kuat untuk menyasar generasi muda di Indonesia yang ingin berbuat sesuatu atau ingin terlibat dalam karya yang bermanfaat untuk banyak orang.

Selain nilai yang ditawarkan, benefit bekerja di NGO adalah kesempatan belajar yang sangat luas. Hal ini karena untuk terlibat dalam program-program NGO, karyawan akan banyak bersinggungan dengan manusia. Terlebih lagi bila si karyawan bertugas di operasional yang harus turun ke lapangan. “Lingkungan bekerja NGO yang bersinggungan dengan berbagai macam ilmu pendidikan, ulasan mengenai kebijakan pemerintahan, isu hangat yang menjadi perbincangan baik di Indonesia dan negara lainnya,” papar Anisa Briliyani Agusti, Project Implementation Officer for Inclusive Engaged Community KOMPAK.

Senada dengan Anisa, Rubby menyatakan bahwa NGO bisa menjadi tempat bekerja sekaligus belajar karena meski memasang target kerja tapi pemenuhannya tidak terlalu strict.  "Siapapun yang masuk sini bisa belajar sama-sama sehingga kemajuan organisasi juga dibarengi dengan kemajuan individu," kata Rubby.

Salah satu cara adalah dengan menerapkan manajemen yang baik, transparan, serta terukur indikator evaluasinya. "Kita evaluasi rutin. Harapannya bisa memberi model ke mereka bahwa kalau bekerja dengan manajemen yang baik bisa belajar banyak," kata Ruby. Hal ini bisa efektif sebab tim kerjanya relatif kecil. Selain secara internal, karyawan Saujana juga sering dikirim ke pelatihan-pelatihan sebagai bentuk investasi SDM.


Manajemen yang baik dan kesamaan hak menjajal karir

Lingkungan kerja yang manusiawi dan target yang tidak terlalu strict mungkin bisa menjurus pada anggapan bahwa rata-rata NGO memiliki kultur kerja yang cenderung santai dan manajemennya tidak terlalu profesional. Namun Rubby membantah hal tersebut. "Kita selalu percaya, kita punya manajemen yang kuat karena pengalaman kumulatif pendiri-pendirinya di bidang manajemen lebih dari 30 tahun," kata Ruby.

Untuk fresh graduate, pengalaman bekerja adalah bekal yang berharga untuk kelanjutan karir. Menurut Ruby, kalau manajemen perusahaan belum baik, karyawan-karyawan yang belum berpengalaman menjadi kasihan karena melihat contoh yang kurang baik. Maka dari itu, ia tetap menekankan profesionalisme pada tim kerja Saujana.

Untuk urusan jenjang karir, sebuah perusahaan NGO mungkin tak menawarkan garis panjang untuk meniti karir dalam waktu yang lama. Namun justru hal tersebut, membuka kesempatan yang sama bagi setiap orang. Anisa mengungkapkan bahwa di KOMPAK, sistem kerjanya adalah kontrak dengan lama 6 bulan sampai satu tahun dan tidak ada sistem promosi. Jadi, kalau karyawan ingin berpindah posisi entah secara vertikal atau horizontal, tinggal melamar saja dan ikuti prosedur seleksi seperti mendaftar pertama kali. "Pada umumnya berkarir di bidang pemberdayaan masyarakat seperti itu sudah jadi hal yang wajar. Semua orang berhak mencoba," katanya. Anisa juga tak terlalu mengkhawatirkan jenjang karir karena menurutnya banyak hal dalam dunia pemberdayaan masyarakat menarik dan membuatnya banyak belajar. Ia juga menyadari bahwa kemampuan sekecil apapun di bidang tersebut, selalu ada peluang karir yang panjang untuk masing-masing individu.


Timba pengalaman kerja di NGO lewat magang

LSM Saujana yang berfokus pada pemberian akses pekerjaan bagi kaum penyandang disabilitas masih bekerja dalam tim yang relatif kecil. Namun dengan misi yang besar, NGO ini akan cocok bila diisi dengan orang-orang yang peduli terhadap kebutuhan pekerjaan bagi penyandang disabilitas, tanpa terlalu mempermasalahkan latar belakang pendidikan atau kemampuan. Meski tak ada program atau lowongan khusus internship, kamu yang ingin magang di bidang pelayanan sosial khusus disabilitas mungkin bisa coba melamar magang ke kantor Saujana di Jogja.  

Sedangkan KOMPAK baru saja selesai mengadakan program 'So Young Innovator' batch pertama. Program ini adalah pendampingan dari KOMPAK kepada mahasiswa yang memiliki social project yang bertujuan mengenalkan mahasiswa kepada dunia pemberdayaan. "Saat ini, kami sedang mempersiapkan magang yang diperuntukkan kepada PWD (People With Disability). Masih proses persiapan," kata Anisa. Untuk info-info lowongan dan magang di program KOMPAK, kamu bisa cek di laman kompak.or.id.

Nah, sudah tahu kan sisi lain bekerja di NGO? Tunggu apa lagi, jadikan ini sebagai alternatif pilihan karirmu, ya!



Penulis      : Odillia Enggar

Editor        : Rita Pamilia dan Yuana Anandatama

Grafis        : Muhammad Rizal

Tags : karir non korporasi, NGO, karir NGO, kerja di NGO, jobseeker, mahasiswa, magang,
Sektor Industri yang Bakal Melejit di Tahun 2017, Apa Saja? Career Issue,
Senin, 09/01/2017 15:53 WIB Sektor Industri yang Bakal Melejit di Tahun 2017, Apa Saja?
Ini Pekerjaan yang Paling Diminati Jobseeker di Tahun 2017! Career Issue,
Rabu, 04/01/2017 10:30 WIB Ini Pekerjaan yang Paling Diminati Jobseeker di Tahun 2017!
Sisi Lain dari Kerja di NGO Bisa Kamu Ketahui di Sini! | CAREERNEWS
1484288745_homepag_event_1.png