Career Issue, Senin, 18/07/2016 09:51 WIB

Perusahaan Asing Habis Kontrak di Indonesia, Bagaimana Nasib Karyawan?

Sejumlah perusahaan asing membuka cabang dan merekrut tenaga kerja lokal. Bagaimana nasib karyawan jika kontrak perusahaan tersebut habis?
Perusahaan Asing Habis Kontrak di Indonesia, Bagaimana Nasib Karyawan?
Berbagai perusahaan asing multi nasional tertarik melebarkan usaha dan mendirikan kantor cabang serta pabrik produksi di Indonesia. Sebut saja Unilever, Honda, Freeport dan LG Electronics yang menganggap Indonesia sebagai salah satu negara yang berpotensi tinggi untuk tujuan ekspansi bisnis internasional.

Ketersediaan sumberdaya manusia (SDM) yang cukup banyak dan murah, menjadi salah satu alasannya. Jika dilihat, saat ini perusahaan-perusahaan tersebut terkadang justru memiliki karyawan warga negara indonesia (WNI) yang lebih banyak dibanding warga negara asing (WNA).


Dapat pemberitahuan lebih awal

Di Indonesia sendiri, aturan hukum untuk mendirikan perusahaan asing lazim menggunakan sistem kontrak berjangka. Sistem ini memberi batas waktu tertentu perusahaan asing beroperasi di Indonesia. Saat kontrak jatuh tempo, habis, dan tidak diperpanjang, maka mereka harus menghentikan kegiatan usahanya. Saat hal ini terjadi, tentu akan berimbas pada seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Para karyawan dapat diberhentikan atau dilakukan PHK.

Pada umumnya, perusahaan akan melakukan pemberitahuan pada karyawan tentang masa kontrak perusahaan. Sejak awal bekerja, karyawan akan diberikan pengetahuan mengenai jangka waktu izin beroperasi perusahaan di Indonesia. Jadi, karyawan bisa bersiap-siap atau setidaknya tahu konsekuensi bahwa perusahaan tempatnya bekerja punya waktu beroperasi yang terbatas.

Bagi perusahaan yang baik, mereka tidak akan mem-PHK karyawan secara tiba-tiba. Beberapa saat sebelum kontrak izin operasi di Indonesia usai, mereka akan kembali melakukan pemberitahuan pada karyawan. Proses PHK juga dilakukan secara benar sesuai prosedur hukum. Biasanya, karyawan akan diberikan surat keterangan mengenai alasan mereka di-PHK. Surat ini dapat digunakan sebagai bukti bahwa alasan PHK bukan berada di pihak karyawan.

Salah satu contoh kasus perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia dan akan habis kontraknya adalah perusahaan tambang Chevron di Kalimantan Timur. Kontrak kerja perusahaan ini dengan Pemerintah Indonesia dalam penggarapan proyek Blok East Kalimantan, akan habis pada tahun 2018 dan memutuskan tidak akan diperpanjang.

Seperti dilansir dari situs berita dan riset Katadata, pihak Chevron mengatakan akan mempertahankan sejumlah karyawan untuk bekerja di proyek tambang milik Chevron di wilayah Indonesia lain. Sedangkan mereka yang tidak dipindahkan di tambang lain, akan menerima PHK disertai kompensasi sesuai dengan perjanjian kerja. Sedangkan aset Blok East Kalimantan akan dikembalikan oleh Chevron ke pemerintah Indonesia.

Di samping itu, pihak Manajemen Chevron yakin kontraktor baru yang akan melanjutkan pengelolaan Blok East Kalimantan akan membutuhkan orang yang berpengalaman untuk menjalankan operasionalnya. Pernyataan ini diperkuat oleh ungkapan Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudianto Rimbono. Ia menyatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari berakhirnya kontrak ini, karena siapapun kontraktornya, kebutuhan akan tenaga kerja tetap sama.

Melihat dalam sudut pandang recruiter perusahaan, Rinanti Nur Hapsari, HRD Manager ECC UGM, menyebutkan bahwa PHK dengan alasan di atas sebenarnya bukan merupakan suatu riwayat karir yang buruk. PHK dilakukan semata-mata murni karena perusahaan tempat bekerja dulu tidak dapat melanjutkan kegiatan usahanya. Maka saat orang tersebut kembali melamar pekerjaan, alasan ia di-PHK tidak akan mempengaruhi hasil nilai tes rekrutmennya.

Jika perusahaan asing tersebut tidak lagi mempertahankan karyawannya karena tidak punya cabang atau proyek lain di Indonesia, PHK memang jalan yang harus ditempuh. Namun, tak perlu khawatir, catatan PHK karena hal ini tidak akan menodai perjalanan karir karyawan. Selain itu, perusahaan biasanya akan memberitahukan pada karyawan jauh hari sebelum kontrak berakhir agar karyawan bisa bersiap membidik karir yang baru.

Bagaimana, sudah tahu kan bagaimana status karyawan saat bekerja di perusahaan asing yang habis kontrak di Indonesia?



Penulis      : Nikita Yolania

Editor        : Ratih Wilda dan Yuana Anandatama

Foto          : Careernews

Tags : PHK, pemutusan hubungan kerja, perusahaan, karyawan,
Memandang Sukses dengan Sebelah Mata : Success is Overrated! Career Issue,
Selasa, 09/05/2017 13:55 WIB Memandang Sukses dengan Sebelah Mata : Success is Overrated!
CV Saja Tak Cukup, Kamu Perlu Kuasai Beberapa Kemampuan Ini Career Issue,
Rabu, 26/04/2017 11:37 WIB CV Saja Tak Cukup, Kamu Perlu Kuasai Beberapa Kemampuan Ini
Perusahaan Asing Habis Kontrak di Indonesia, Bagaimana Nasib Karyawan? | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png