Career Issue, Kamis, 15/06/2017 10:00 WIB

Sebentar Lagi Terima THR! Sudahkah Sesuai Regulasi?

Jelang hari raya, yang paling dinanti oleh karyawan tentunya adalah Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan. Nah, apakah perusahaanmu sudah terapkan THR sesuai regulasi pemerintah?
Sebentar Lagi Terima THR! Sudahkah Sesuai Regulasi?
Tahun 2016 ini, telah ditetapkan regulasi baru terkait THR, yaitu Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan (Permenaker 6/2016).


Mengutip dari peraturan tersebut, THR adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada pekerja/buruh atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan.


Siapakah yang berhak?

Kendati ditujukan untuk karyawan, THR tidak semata-mata diberikan tanpa ketentuan apapun. Berdasarkan Permenaker 6/2016, karyawan yang berhak mendapat THR adalah yang telah bekerja selama minimal satu bulan. Namun, terdapat perbedaan dalam penghitungan THR antara mereka yang telah bekerja lebih dari 12 bulan, dan yang kurang dari lama waktu tersebut.

Bagi kamu yang telah bekerja lebih dari 12 bulan secara terus-menerus maka kamu berhak menerima THR sebesar satu bulan gaji. Yang dimaksud dengan upah satu bulan adalah upah bersih tanpa tunjangan atau clean wages, atau upah pokok termasuk tunjangan tetap. Jadi, jika kamu sudah bekerja selama 13 bulan maka kamu berhak menerima THR sebanyak satu bulan gaji sesuai ketentuan di atas.

Nah, jika kamu adalah karyawan baru, jangan khawatir. Asalkan kamu sudah bekerja lebih dari satu bulan secara terus-menerus, kamu tetap bisa menerima THR dengan ketentuan rumus penghitungan sebagai berikut:


Masa Kerja x 1 (Satu) Bulan Upah

12


Sebagai contoh, jika kamu sudah bekerja selama tiga bulan dengan gaji per bulan sebanyak Rp 3.000.000,- maka penghitungan THR nya adalah (3x3.000.000):12 = Rp 750.000,

Selain itu, karyawan yang masa kontraknya tidak tentu dan terkena PHK dari perusahaan sejak 30 hari sebelum hari raya, juga berhak menerima THR. Jika ia dipindahkan ke perusahaan lain dengan masa kerja berlanjut pun, tetap berhak menerima THR dari perusahaan baru jika dari perusahaan lama belum memberikannya.


THR harus sesuai regulasi

Berdasarkan Permenaker 6/2016, THR ini dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari Raya Keagamaan tiba. Keterlambatan pembayaran wajib dikenakan sanksi berupa denda 5 persen dari THR yang diberikan pada karyawannya. Denda ini kemudian digunakan untuk keperluan kesejahteraan karyawan. Namun, keterlambatan pembayaran tidak lantas menghilangkan kewajiban memberikan THR, lho!

Bagi yang sama sekali tidak membayar THR kepada karyawannya, pemerintah juga memberlakukan serangkaian sanksi administratif mulai dari teguran tertulis hingga pembekuan kegiatan usaha.

Lain halnya jika kamu merasa THR yang kamu dapat tidak sesuai dengan penghitungan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dilansir dari Hukum Online, penyelesaian masalah ini bisa dilakukan secara kekeluargaan antara karyawan dengan perusahaan. Namun, jika tidak berhasil maka cara selanjutnya yang dapat ditempuh adalah dengan melalui mediasi hubungan industrial, yaitu dengan melalui musyawarah antara karyawan dan perusahaan yang ditengahi oleh seorang atau lebih mediator yang netral.

THR ini tak cuma berlaku untuk Hari Raya Idul Fitri yang sebentar lagi datang tapi seluruh hari raya sesuai agama masing-masing karyawan. Namun, jika ada lebih dari satu hari raya dalam satu tahun, maka THR hanya diberikan satu kali saja.

Nah, sekarang sudah lebih paham kan, tentang THR? Yuk, lebih cermat lagi melihat apakah hak dan kewajibanmu sebagai karyawan sudah terpenuhi!



Penulis      : Ratih Wilda

Editor        : Yuana Anandatama

Foto           : Ryma Aulia

Tags : rumus menghitung THR, Perusahaan, tunjangan, gaji, karyawan,
Sebentar Lagi Terima THR! Sudahkah Sesuai Regulasi? | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png