Career Issue, Senin, 11/04/2016 11:53 WIB

Berniat Resign di Masa Awal Kerja? Lihat Dulu Konsekuensinya

Reputasi bagus, gaji besar, dan jenjang karir menjanjikan tak lantas buat karyawan betah bekerja di BUMN. Mengapa?
Berniat Resign di Masa Awal Kerja? Lihat Dulu Konsekuensinya
Magnet utama karir di BUMN tak selalu menjamin karyawan kerasan untuk seterusnya bekerja di BUMN tertentu. Ada saatnya karyawan ingin mengundurkan diri atau resign. Lantas, apa alasan karyawan melakukannya? Bagaimana menindaklanjuti keinginan resign bila sudah bekerja?

Pada dasarnya mengundurkan diri adalah hak setiap karyawan. Namun demi kebaikan kedua belah pihak, prosedur resign harus tetap sesuai aturan yang berlaku. Peraturan tentang resign diungkapkan dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pada ayat 3 tertulis:

Pekerja atau buruh yang mengundurkan diri (atas kemauan sendiri) harus memenuhi syarat:

a. mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri

b. tidak terikat dalam ikatan dinas

c. tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri.

Bagaimana penerapannya di BUMN? Di bawah ini akan diulas hal-hal yang berkaitan dengan poin a dan b perundangan di atas.


Hati-hati di masa awal bekerja

Masa-masa awal bekerja setelah menandatangani kontrak di BUMN merupakan masa krusial. Biasanya bagi karyawan baru, sekitar 3 bulan hingga setahun adalah masa training, dikenal dengan istilah On The Job Training (OJT). Pada beberapa kasus, karyawan BUMN mengundurkan diri pada masa ini dengan alasan personal. Di BUMN konstruksi Nindya Karya, biasanya karyawan mengundurkan diri dengan alasan masih dalam tahap coba-coba. “Karyawan tidak tahu seperti apa perusahaan yang dilamar,” papar Wisnu Hesti Barata, Recruiter PT Nindya Karya. Sementara, alasan lain diungkap Perum Perumnas, karyawan yang mengundurkan diri di masa training biasa dikarenakan mendapat pekerjaan di BUMN lain yang menurut mereka lebih baik.

Resign di masa awal bekerja ada konsekuensi yang cukup serius lho! Perusahaan sudah mengeluarkan biaya untuk training dan pendidikan karyawan, karenanya selama kontrak pada masa training, BUMN biasa melarang karyawan untuk resign. Bahkan jika tetap memutuskan keluar, karyawan akan dikenakan penalti denda berupa uang tunai.

Di Telkomsel misalnya, peserta Great People Training Program (GPTP) dilarang mengundurkan diri. Program selama 6 bulan tersebut berupa magang berikatan dinas yang segala kebutuhan peserta dibiayai penuh perusahaan. Menurut Aditya Kurnia Pradana, Supervisor Talent Accuisition Telkomsel, jika di tengah program peserta mengundurkan diri akan dikenakan penalti denda.

Sama halnya dengan Perum Perumnas, menurut Albertus Bambang Sulaksmono, Pegawai Kerja Waktu Tertentu, Perum Perumnas, di BUMN ini terdapat kontrak kerja bagi karyawan baru, yakni satu tahun OJT ditambah dua tahun ikatan dinas. Pada masa tiga tahun awal tersebut, karyawan dilarang resign. Sebagai jaminan, ijazah karyawan ditahan selama masa tersebut. Jika karyawan mengundurkan diri dalam masa kontrak, akan dikenakan penalti berupa kewajiban membayar uang tunai. Ini merupakan nominal ganti rugi biaya pendidikan karyawan yang dikeluarkan perusahaan selama masa OJT.


Tak ada penalti bagi karyawan tetap

Penalti bagi karyawan training ini berbeda dengan peraturan resign pada karyawan yang sudah resmi berstatus sebagai karyawan tetap. Beberapa karyawan perusahaan BUMN yang diwawancarai mengaku bahwa tak ada penalti yang diterapkan bagi karyawan tetap yang mengundurkan diri karena itu sudah merupakan hak. Telkomsel dan Perum Perumnas misalnya hanya mewajibkan karyawan memberikan surat pengunduran diri sebulan sebelum resmi berhenti atau one month notice, sesuai peraturan perundang-undangan. Tujuannya adalah untuk membereskan pekerjaan-pekerjaan yang belum tuntas dilakukan sang karyawan.

Pun menurut perundang-undangan ketenagakerjaan, karyawan yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri memperoleh uang penggantian hak. Ini sesuai dengan pasal 156 yang memuat aturan tentang jumlah pesangon karyawan sesuai lama masa kerja.

Nah, bagi kamu yang berencana kerja di BUMN atau bahkan sudah mengikuti seleksi karyawan, mantapkan lagi komitmenmu untuk bekerja. Cermati kontrak kerja sebelum menandatanganinya. Pastikan hak dan kewajiban karyawan bisa diterima olehmu. Jangan sampai suatu saat kamu terpaksa resign di awal bekerja dan malah harus membayar denda yang besar, ya!



Penulis      : Odillia Enggar

Editor        : Yuana Anandatama

Grafis        : Hero Oka

Tags : BUMN, karir BUMN, perusahaan BUMN, tip sukses BUMN, jobseeker, mahasiswa, resign,
Berniat Resign di Masa Awal Kerja? Lihat Dulu Konsekuensinya | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png