Career Issue, Selasa, 24/11/2015 09:47 WIB

Gagal Melamar Kerja, Boleh Enggak Lamar Lagi ke Perusahaan yang Sama?

Sudah punya perusahaan impian, sudah mencoba segala cara untuk diterima. Lalu kalau gagal, apakah masih punya kesempatan diterima? Ini dia penjelasannya!
Gagal Melamar Kerja, Boleh Enggak Lamar Lagi ke Perusahaan yang Sama?
Ada banyak pilihan pekerjaan di mana-mana. Namun, meski banyak pilihan, ada sebagian orang yang memang hanya menginginkan perusahaan tertentu sebagai tujuan akhir karirnya. Lalu bagaimana kalau gagal?

Prasti Hapsari, HR Service Supervisor ECC UGM, mengatakan, sah-sah saja melamar kerja di perusahaan yang sama meskipun lamaran pertama belum diumumkan hasilnya. Bahkan menurutnya, hal tersebut bisa menjadi strategi mendapatkan pekerjaan. “Asalkan perusahaannya tidak membuat standar minimal satu tahun baru boleh daftar lagi gitu, enggak apa-apa. Kalau misalnya belum lolos, dia punya back up untuk melakukan tes lagi selama dia senang,” tutur Asti, begitu ia biasa disapa.

Menurutnya, perkara lolos atau tidak lolos itu hanya masalah waktu. Asti memberikan contoh pelamar di PT PLN (Persero), “Ada peserta tes PLN, dia mengikuti tahapan tes, ada bukaan (rekrutmen -red) lagi, terus dia mengikuti padahal pengumuman belum muncul. Tapi karena itu perusahaan incaran, dia ikut saja.”


Kalau sudah dinyatakan gagal, bagaimana?

Boleh saja melamar lagi setelah dinyatakan tidak lolos. Namun Asti menyarankan agar jobseeker memperbaiki diri terlebih dulu sebelum mendaftar kembali. “Mereka harus mengetahui atau minimal mereka merasa sendiri, kira-kira tahap mana yang tidak lolos. Dari situ kita bisa me-review kira-kira apa yang harus diperbaiki. Jangan sampai mencoba lagi tapi asal. Harus sudah dibekali kemampuan yang baru,” tuturnya menyarankan.

Sedikit berbeda dengan pernyataan Asti, Dani Nugraha, Head People and Organization Development Department, Bumitama Gunajaya Agro (BGA), menyampaikan agar jobseeker mencermati pada tahap apa mereka dinyatakan tidak lolos. Jika kegagalan disebabkan dari sisi administrasi seperti IPK di bawah 2,75 untuk universitas negeri dan 3,00 untuk swasta, berarti ada prasyarat yang tidak terpenuhi sehingga tidak bisa masuk tahap selanjutnya.

“Mendingan untuk yang gagal secara administrasi, saran saya jangan melamar lagi. Tapi kalau misalnya bukan gagal secara administrasi, dia mau melamar lagi ya silakan,” jelas Dani.


Coba ingat, pada tahapan apa kamu gagal seleksi?

Asti menyarankan agar jobseeker jeli menyadari kegagalan rekrutmen dan segera memperbaiki kesalahannya saat mencoba kembali. Jika kegagalan sebelumnya terjadi saat psikotes maka jobseeker bisa berlatih terlebih dulu sebelum tes. Namun jika kegagalan terjadi saat tahapan interview, menurut Asti ada kemungkinan jobseeker belum bisa mempromosikan diri.

Tes interview terdiri dari beberapa pertanyaan, misalnya mengenai kelebihan dan kekurangan diri, serta pengalaman organisasi. “Itu jadi bahan pertimbangan perusahaan. Kalau misalnya kegiatan organisasinya masih no, ayo mulai dari sekarang ikut kegiatan organisasi, tidak harus di kampus,” kata Asti.

Saat menjalani tes interview, perlu diingat agar selalu menjaga attitude, yang mana merupakan hal penting menurut Asti. Ia menyarankan, bagi jobseeker yang telah memunyai pengalaman kerja agar tidak menjatuhkan perusahaan sebelumnya karena penilaian attitude dapat tercermin dari jawaban yang kita berikan

Menambahkan pernyataan Asti, menurut Dani, setiap orang bisa berubah menjadi lebih baik. Ada kemungkinan kegagalan saat interview disebabkan kurangnya persiapan pelamar. “Ada orang-orang yang mau belajar kembali untuk menghindari kekurangan dari yang sebelumnya. Mereka pasti akan belajar meminimalisir kelemahan-kelemahan,” kata Dani.

Setelah menjalani seleksi administrasi dan psikotes, pelamar di BGA akan menjalani serangkaian tes interview, yaiu interview HRD kemudian interview user. “Paling banyak gagal pastinya di interview awal. Beberapa orang yang kita interview pada saat datang pun sudah gugup, akhirnya blank,” kata Dani menceritakan pengalamannya mewawancarai pelamar.

Menurut Dani, menghadapi tes interview memang membutuhkan jam terbang untuk membentuk kesiapan mental. Bagaimana, masih mau coba lagi? Jangan menyerah!



Penulis          : Desinta W.K.

Editor            : Rifki Amelia F.

Grafis            : Ardiansyah Bahrul A.

Tags : career issue, sukses melamar kerja, jobseeker, smart jobseeker,
Gagal Melamar Kerja, Boleh Enggak Lamar Lagi ke Perusahaan yang Sama? | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png