Career Issue, Kamis, 25/06/2015 13:38 WIB

Apa yang Kamu Cari? Prestise Perusahaan atau Kesejahteraan?

Setelah lulus kuliah, semua orang tentu segera ingin melepas predikat sebagai jobseeker dan bekerja di perusahaan yang diinginkan. Sebelum buru-buru mendaftar, sudahkah kamu menentukan perusahaan yang menjadi tujuan karirmu? 
Apa yang Kamu Cari? Prestise Perusahaan atau Kesejahteraan?
Sebelum melamar kerja, apa yang kamu tanyakan kepada dirimu sendiri? Apakah kamu mencari prestise sebuah perusahaan, mencari kesejahteraan, atau hal lainnya? Benarkah prestise berbanding lurus dengan kesejahteraan?

Berdasarkan polling 192 responden di website ECC UGM, sebanyak 30 persen responden memilih bekerja di perusahaan dengan prestise dan reputasi tinggi. Kemudian 70 persen lainnya lebih memilih di perusahaan yang bersedia memberikan kesejahteraan lebih besar meskipun perusahaan tersebut tidak memiliki prestise yang besar. Wah, bagaimana bisa demikian? Simak yuk ulasan berikut!


Intip profil perusahaan dari media sosial

Sebelum benar-benar menjadi jobseeker, penting bagi kamu yang masih duduk di bangku kuliah untuk mencari tahu perusahaan impianmu. Hal tersebut telah lama dilakukan oleh Dian Tri Agustin, mahasiswa Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan UGM. Dian mengaku sering mencari tahu perusahaan yang diinginkannnya melalui media sosial. 

“Sekali kita ngetik namanya di Facebook, udah banyak orang yang membuktikan soal itu, atau banyak orang-orang yang sudah memberikan testimoni-testimoni,” ujar mahasiswi semester enam ini. Dian melanjutkan, saat banyak orang yang berkomentar bagus di media sosial, berarti ada yang menarik di perusahaan tersebut. Melalui media sosial, ia juga sering kali menemukan perusahaan yang tidak recommended  dari testimonial para netizen


Memantaskan diri sedini mungkin

Menurut pengakuannya, Dian lebih memilih perusahaan yang dapat memenuhi kesejahteraannya. “Bentuk kesejahteraannya yang jelas kewajiban pokok berupa gaji dan tunjangan, jadwal libur yang memanusiakan, terutama untuk perempuan karena suatu saat aku hamil, aku bisa dikasih cuti yang cukup. Selain itu, suasana kerjanya juga harus humanis,” tukasnya. 

Menurut Dian, tuntutan tersebut harus diimbangi juga dengan kapabilitas jobseeker dalam bekerja. “Misalnya kita punya target pengen kerja di perusahaan seperti apa, jadi sedini mungkin kita harus mempersiapkan, memantaskan diri secepat mungkin. Sebelum kita daftar kita paham, kalau kerja di sini disiplin kerjanya gimana, untuk memantasakan diri kan harus tahu perusahaan itu gimana,” imbuhnya.  


Kesejahteraan seperti apa sih yang dicari karyawan?

Sri Muliati Abdullah, M.A., Senior Assessor ECC UGM, menuturkan kesejahteraan yang dicari oleh karyawan yang paling utama adalah gaji. Gaji yang diperoleh memungkinkan karyawan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Kesejahteraan kedua yang dibutuhkan adalah kenyamanan kerja. “Bisa bekerja dengan kondisi yang akhirnya bisa membuat dirinya bisa puas. Artinya aktualisasi ilmunya, aktualisasi keterampilannya itu bisa dia curahkan di tempat dia kerja, kebutuhan psikologisnya akhirnya terpenuhi,” ucap Lia, sapaan akrabnya. 

Apa yang disampaikan Lia telah dibuktikan oleh Annisa Ika Tiwi, Social Media Analyst, TO THE NEW Digital Indonesia. Bagi Nisa, tak penting bekerja di perusahaan terkenal, yang terpenting adalah perusahaan dapat memberikan kesejahteraan lebih besar. “Biasanya perusahaan yang prestisenya tinggi itu tempatnya di perkantoran elit yang kalau mau cari makan murah susah atau jauh. Udah gaji pas-pasan masa iya buat makan aja kita ngabisin uang banyak,” kata Nisa, sapaan akrabnya. 

Ia menambahkan, terlebih lagi perusahaan tertentu mewajibkan karyawan perempuan ber-make up, sehingga akan ada alokasi budget untuk membeli peralatan rias. “Alhamdulillah kantor aku sekarang walaupun tempatnya di ruko biasa, tapi cari makan murah gampang. Dan teman-teman kantor plus kerjaannya juga enggak menuntut harus dandan. Jadi uang aku enggak habis buat makan dan beli make up,” lanjut Nisa. 


Apa perlu mencari tahu fasilitas perusahaan sebelum mendaftar?

Nisa mengaku fasilitas yang diberikan perusahaan memengaruhi keinginannya untuk melamar kerja. “Kalau fasilitasnya enggak begitu banyak, paling enggak gajinya yang lumayan, biar imbang,” kata alumni Jurusan Ilmu Komunikasi UGM ini.  Berdasarkan pengalamannya sebelum melamar, Nisa terlebih dulu memastikan apakah perusahaan akan meng-cover biaya kesehatan, uang lembur, dan entertainment. “Untungnya kantor aku tipe yang suka ngasih entertainment ke karyawannya, misal ada biaya untuk makan-makan dan karaoke walaupun bukan sebulan sekali,” akunya. 

Kira-kira kesejahteraan seperti apa yang kamu cari di perusahaan? Atau masih mau mengejar prestise? Mari bertukar informasi di kolom komentar di bawah! [CN]



Penulis    : Desinta Wahyu K.

Editor      : Rifki Amelia F.

Foto        : Adityo Ramadhan D.

Tags : perusahaan, lowongan kerja, smart jobseeker, prestise, kesejahteraan
Jangan Anggap Remeh, Magang Latih Kita Untuk Siap Kerja Career Issue,
Kamis, 28/09/2017 16:43 WIB Jangan Anggap Remeh, Magang Latih Kita Untuk Siap Kerja
Performa Teamwork-mu Bisa Terindikasi Dengan Tes Ini Lho! Career Issue,
Senin, 18/09/2017 00:00 WIB Performa Teamwork-mu Bisa Terindikasi Dengan Tes Ini Lho!
Apa yang Kamu Cari? Prestise Perusahaan atau Kesejahteraan? | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png