Career Issue, Selasa, 27/01/2015 10:00 WIB

Mau Melamar Kerja atau Cari Beasiswa? CV-nya Beda Lho!

Mau melamar kerja, atau mengajukan beasiswa, apakah menggunakan format CV yang berbeda?
Mau Melamar Kerja atau Cari Beasiswa? CV-nya Beda Lho!
CV digunakan oleh perusahaan atau institusi tertentu dalam mencari kandidat yang diinginkan. Melalui CV, kamu dapat menceritakan tentang data diri, pencapaian, dan prestasi yang perlu diketahui oleh perusahaan. Lalu bagaimana format CV yang seharusnya dibuat?

Format CV yang selama ini banyak kita kenal adalah berupa dokumen yang diketik di atas kertas, berisi biodata lengkap. Bagaimana dengan kontennya? Format penulisan CV ini ada bermacam-macam, lho. Penggunaannya pun tidak bisa diaplikasikan ke seluruh institusi dan perusahaan. Mau tahu apa saja? Yuk, simak penjelasan berikut ini!


CV padat informasi untuk akademik

CV akademik digunakan untuk menunjukkan pencapaian dan pengalaman di bidang akademik. Khususnya bagi mereka yang ingin melamar pekerjaan di bidang-bidang akademik yang memiliki persyaratan tinggi dalam bidang tersebut. Misalnya, institusi tertentu mensyaratkan kandidatnya harus memiliki titel Ph.D. dan ditujukan bagi tenaga pendidik untuk level yang tinggi.

CV ini memiliki ciri terdiri dari enam sampai sepuluh halaman untuk level profesional, dan dua sampai empat halaman untuk level profesional muda. Seperti dilansir dummies.com, format CV akademik berisi informasi kontak, objektif,  ringkasan kualifikasi, ringkasan keahlian, dan latar belakang profesional.

Dalam CV tersebut, kamu harus menyampaikan hal-hal seperti: edukasi, posisi, afiliasi, penghargaan, surat rekomendasi, judul disertasi, bidang khusus yang kamu kuasai dan telah melalui tes tertentu, publikasi karya, penguasaan bahasa asing, seminar, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan bidang yang menjadi ranahmu tersebut. CV dalam format ini hanya disarankan bagi mereka yang berkeinginan untuk bekerja di bidang pendidikan tinggi. Formatnya yang cenderung padat menjadikan CV ini tidak mudah dibaca, sehingga sebaiknya dihindari bagi yang ingin melamar di bidang karir lain.


CV yang fungsional yang fokus pada keahlian

Masih dari dummies.com, CV dalam format ini khusus digunakan untuk berfokus pada keahlian dan pengalaman dari kandidat. Format ini tepat digunakan oleh fresh graduate, atau individu yang memliki banyak pengalaman bekerja di berbagai tempat. Level manajer serta profesional tidak disarankan menggunakan format ini.

CV fungsional cenderung menonjolkan pada ‘apa yang bisa ditawarkan kepada perusahaan’ dibandingkan menceritakan mengenai ‘sejarah kehidupan.’ Artinya, dalam CV ini, kandidat akan lebih dilirik dari segi kemampuan dan pengalaman yang dimiliki. 

Tuliskan pencapaian dan keahlian di bagian awal, setelah identitas diri dan keterangan posisi yang kamu inginkan. Tulis berdasarkan tingkat kepentingan, setelah itu lanjutkan dengan daftar prestasi atau pencapaian yang telah kamu raih. Format ini memungkinkan kamu menghilangkan ‘sejarah’ karir yang kamu anggap tidak penting untuk disampaikan. Namun di sisi lain, pembaca bisa juga menilai kamu berusaha menyembunyikan sesuatu dari sejarah karir yang kamu miliki.


CV profesional untuk yang berpengalaman

Sesuai namanya, CV ini berfungsi untuk jobseeker yang sudah berada dalam level profesional. Artinya, ia terbilang sudah memiliki pengalaman yang cukup di bidang pekerjaan tersebut. Untuk itu, CV ini bertujuan untuk menonjolkan training formal dan pengalaman di bidang pekerjaan terkait. 

Menulis CV dalam format ini, dikutip dari dummies.com, dimulai dengan menuliskan latar belakang pendidikan, pelatihan profesional, dan objective. Disusul dengan ringkasan bagian utama yang paling penting untuk diperhatikan. Setelah itu, ditutup dengan detail pengalaman profesional dan keahlian yang kamu kuasai. 

Pengguna dari format ini sebaiknya adalah mereka yang menjadi profesional di bidang kesehatan, sains, dan hukum. Sedangkan mereka yang melamar profesi nonprofesional, menggunakan format ini justru akan terkesan membosankan. 


CV beasiswa, tunjukkan prestasi akademik

Kamu sedang mengincar beasiswa? Format yang harus kamu gunakan untuk menulis CV tentu tidak sama dengan yang ditujukan untuk melamar pekerjaan. Seperti dilansir scholarshipdb.net, kamu harus lebih menonjolkan prestasi akademik dalam menulis CV yang akan kamu gunakan untuk mendapatkan beasiswa. Prestasi akademik tersebut misalnya seperti penghargaan, hadiah, beasiswa, riset, atau pengalaman mengajar.

Kendati demikian, bukan berarti kamu harus menulis semua pencapaian yang telah kamu raih. Fokuskan pada hal-hal yang berkaitan dengan beasiswa yang ingin kamu dapatkan tersebut. Cara terbaik untuk menuliskannya adalah sesuai dengan kategori, bukan berdasarkan urutan kronologis. 

CV beasiswa yang baik adalah CV yang mampu memberikan kesan akan komitmen terhadap ranah yang menjadi minatmu. Jangan berlebihan apalagi berbohong karena nantinya kamu akan ditanyai mengenai hal-hal yang sudah kamu tuliskan. Selain itu, hindari penggunaan kata ganti personal seperti ‘aku’ dan ‘kami.’


CV perlu perhatian khusus

Sri Muliati Abdullah, M.A., Senior Assessor ECC UGM menjelaskan, CV yang selama ini dikenal, sebagian besar dituliskan di atas kertas. Namun, saat ini ada yang sudah menggunakan CV dalam format video. “Kandidat menceritakan dirinya melalui video. Kontennya sama dengan seperti yang biasa ditulis, tetapi ini menggunakan video,” papar Lia, sapaan akrabnya. 

Penggunaan CV video memang belum digunakan oleh perusahaan di Indonesia. Namun sudah ada yang menggunakannya di luar negeri, termasuk di negara-negara ASEAN. “Ini efektif juga untuk sekaligus mengetahui karakter, penampilan, dan skill dari kandidat melalui video tersebut,” lanjut Lia. 

Media lain yang juga sering digunakan adalah dalam format flash player. Media ini juga tergolong paperless CV yang mengandalkan kreativitas dari pembuatnya.

Sedangkan untuk CV yang dibuat di atas kertas, meski mengikui format konten tertentu, jobseeker bisa lebih berkreasi dari segi desain. “Terutama untuk bidang pekerjaan kreatif, CV dengan desain tertentu sangat bagus untuk digunakan,” jelas Lia. Jobseeker harus pandai memilah CV seperti apa yang akan digunakan untuk melamar pekerjaan tertentu. Sesuaikan antara format dan desain terhadap posisi yang diincar. 

Bagaimana dengan CV yang terlalu panjang? Mungkin kamu memiliki segudang pengalaman yang membuat CV-mu menjadi berlembar-lembar. Lia menyarankan agar jobseeker mengirimkan dua format. Satu format berupa CV lengkap, dan format yang lain terdiri dari satu halaman yang merupakan rangkuman dari semuanya. “CV satu halaman ini bisa didesain agar lebih menarik lagi,” ujarnya.

Menurut Lia, membuat CV memang perlu perhatian khusus, jobseeker harus cermat dalam melihat kembali apakah ada syarat-syarat tertentu yang diajukan perusahaan dalam hal pembuatan CV. Jika tidak, tentukan dengan baik format seperti apakah yang tepat untuk melamar pekerjaan yang diincar. “Jadi memang harus disesuaikan dengan posisi yang dilamar, dan perusahaan seperti apakah yang membuka posisi tersebut,” pungkasnya.

Sudah menetapkan tujuanmu? Sekarang tinggal pilih format CV yang tepat. Jangan sampai salah pilih ya! [CN]



Penulis    : Ratih Wilda O.

Editor      : Rifki Amelia F, M. Amin Amsyah

Grafis      : Tongki A.W.

Tags : tips CV, tips melamar pekerjaan, Beasiswa,
Mau Melamar Kerja atau Cari Beasiswa? CV-nya Beda Lho! | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png