Event Home, Jumat, 03/10/2014 08:00 WIB

Wah, Tuti Sering Temukan Virus Nge-tren Ketika Sedang Tugas!

Pranata laboratorium ternyata adalah sebuah pekerjaan yang penuh tantangan. Find out more here!
Wah, Tuti Sering Temukan Virus Nge-tren Ketika Sedang Tugas!
Profesi di bidang kesehatan ternyata tak hanya ada dokter dan perawat loh! Ada profesi yang tak kalah penting, yaitu pranata laboratorium atau laboratorial analyst yang bertugas mengecek apakah darah, feses, urin, dan dahak seseorang terindikasi penyakit atau tidak.

Tuti Sulistyowati, AMAK., seorang pranata laboratorium RSUD Sleman yang telah berkarir selama 8 tahun mengaku tak mudah menjalani pekerjaannya. Apa saja tantangan menjadi seorang lab analyst dan bagaimana pekerjaannya? Mari mengenal lebih dekat profesi yang membutuhkan kecermatan tinggi ini.


Latar belakang pendidikan pranata laboratorium


Menurut Tuti, tidak sembarang orang dari berbagai jurusan bisa menjadi seorang lab analyst. “Sekolahnya yang bisa jadi lab analyst itu D3 Analis Kesehatan, sekarang ada D4 Analis Kesehatan. Untuk S1 Analis Kesehatan baru ada satu di Indonesia yaitu di Makassar,” kata Tuti menjelaskan.


Turut andil pada perkembangan ilmu pengetahuan


“Jadi analyst itu harus teliti orangnya, sabar, dan telaten,” ungkap Tuti. Kemampuan tersebut berguna saat bekerja karena lab analyst berkutat mencari bakteri atau virus yang berukuran kecil. Tuti mengaku dalam sehari bisa menangani 50-100 pasien rawat jalan dan 30 pasien rawat inap. Ada kemungkinan saat bertugas Tuti menemukan bakteri atau virus baru yang belum diketahui. “Ilmu pengetahuan kan terus berkembang ya, penyakit dulu juga belum ada obatnya hingga sekarang ditemukan obatnya. Sekarang ada penyakit baru yang lagi nge-tren namanya penyakit leptospira yang berasal dari air seni tikus,” tutur Tuti.


Risiko tertular penyakit


Karena pekerjaannya menuntut harus berhubungan dengan bakteri dan virus, tak menutup kemungkinan seorang lab analyst tertular penyakit dari pasien. “Risiko memang banyak banget maka kita harus melindungi diri sendiri dengan pemakaian APD (Alat Pelindung Diri, -red) dan menjaga imunitas tubuh,” kata Tuti. APD yang harus dikenakan saat bekerja meliputi masker, sarung tangan, pelindung mata, pelindung wajah, pelindung kepala, jas laboratorium, dan pelindung kaki. Semua harus dipakai saat akan bekerja mengingat virus dan bakteri dapat ditularkan melalui darah, keringat, air liur, termasuk udara.


Menjaga stamina tubuh dengan mengonsumsi vitamin juga tak kalah penting untuk mengantisipasi tertular penyakit karena virus menyerang sistem imun manusia. Jadi jika kekebalan imun baik dan melakukan proteksi diri dengan APD, penyakit dipastikan sulit menular.


Nah, itulah gambaran mengenai pekerjaan seorang laboratorium analyst pada INSIDE, Kamis (2/10) lalu. Bagaimana, apakah kamu tertantang mengabdikan diri menjadi seorang pranata kesehatan?


Kami masih punya banyak acara menarik yang patut untuk kamu ikuti. Jangan lewatkan update-nya melalui twitter @careernewsecc dan juga @eccugm. [CN]


Penulis        : Desinta Wahyu K.

Editor         : Vinia Rizqi, Rifki Amelia

Fotografer   : Ryan R.

Tags : lab analyst, amak, sekolah, laboratorium analyst, pranata laboratorium, INSIDE, event ecc ugm
Wah, Tuti Sering Temukan Virus Nge-tren Ketika Sedang Tugas! | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png