Jobseeker / workplace, Kamis, 08/02/2018 14:57 WIB

Ini Cara Agar Kamu Tetap Inovatif Meski Jadi Karyawan Kantoran

Salah satu pemicu rasa bosan adalah kamu terjebak pada kondisi susah mengembangkan diri. Sehingga kamu jadi pribadi yang kurang inovatif. Wah bahaya, jangan sampai gitu ya!

Ini Cara Agar Kamu Tetap Inovatif Meski Jadi Karyawan Kantoran
Ini Cara Agar Kamu Tetap Inovatif Meski Jadi Karyawan Kantoran


Menjadi karyawan kantoran bukan berarti kamu tidak bisa menjadi kreatif dan inovatif. Mengembangkan diri tetap menjadi hal yang wajib kamu lakukan meski waktu dan ruang gerakmu terbatas. 



Fakta menarik telah disinggung dalam artikel sebelumnya, dimana mayoritas generasi milenial yang memiliki sifat inovatif, kreatif, dan cenderung mudah bosan ternyata masih memimpikan menjadi pegawai kantoran. Ya, berkarir di perusahaan masih menjadi impian mayoritas generasi muda saat ini.

Padahal, ketika bertahan di sebuah perusahaan dalam jangka waktu tertentu, rasa bosan bisa hadir setiap saat. Rutinitas bisa membuat kreativitas terhenti. Padahal kreativitaslah yang akan memunculkan inovasi yang otomatis menunjang karir impian kita. Lalu bagaimana menjaga jiwa muda kita tetap inovatif saat memutuskan untuk menjadi karyawan kantoran?

Menurut Staf Ahli ECC UGM, Sri Muliati Abdullah, M.Psi, Psikolog, berpikir inovatif wajib bagi karyawan untuk bisa bertahan di sebuah perusahaan. Cara mudah menunjukkan performamu adalah dengan membuat prestasi.

Prestasi ini bisa ditunjukkan dengan sebuah karya yang bermanfaat dan memiliki daya ukur. Manfaat prestasi ini bisa menjadi daya tarik bagi atasan untuk mengapresiasi usahamu. “Pikirkan ide yang out of the box, yang mungkin tidak terpikir oleh atasan namun mampu memberi dampak positif bagi perusahaan ,” terang Lia, sapaannya.

Inovasi sebenarnya memiliki definisi berbeda-beda bagi setiap orang. Hal ini disampaikan Senior Vice President (SVP) of People & Culture GO-JEK, Aristiwidya Baramantika. Menurutnya, inovasi bergantung pada bagaimana kondisi organisasi tempat seseorang tumbuh. Hal ini berfokus pada pencarian cara untuk memperbaiki situasi, dan mengambil tindakan dalam mewujudkannya.

“Mengutip Adam Grant, inovasi itu menemukan cara baru untuk menyelesaikan masalah lama atau menerapkan cara lama untuk menyelesaikan masalah baru, “ tambahnya. Fokus inovasi adalah pada mencari cara untuk memperbaiki situasi dan mengambil tindakan dalam mewujudkan.

Aristiwidya mengungkapkan bahwa di perusahaannya, kebanyakan karyawannya berasal dari background pendidikan yang berbeda dari bidang kerja yang ditekuni. Namun kondisi ini membuat mereka belajar hal baru dan berpikir inovatif.

Dia mengambil contoh, engineering GO-JEK memiliki latar belakang desain dan salah satu analisis bisnis terbaik GO-JEK berasal dari jurusan akuntansi. “Ini menunjukkan bahwa latar belakang ataupun pekerjaan bukanlah suatu masalah. Yang paling penting adalah seberapa inovatif kamu dalam berpikir,” ujarnya.

Stay Young, Stay Innovative!

Bagi kamu yang merasa jadi generasi milenial dan mulai mentok di perusahaannmu saat ini, mungkin tip berikut bisa kamu coba. Pertama, mulailah pelajari berbagai macam industri, pengetahuan, dan budaya yang mungkin tidak berhubungan dengan pekerjaanmu saat ini.

“Coba terapkan hal tersebut pada apa yang sedang kamu lakukan saat ini dan perhatikan bagaimana kamu bisa membantu menganalisis sebuah masalah dan menerapkan pola pikir tersebut,” ujar Aristiwidya.

Kedua, mulailah berpikir untuk memunculkan ide kreatif yang bermanfaat bagi perusahaan. Ide-ide kreatif bisa didapat dengan mengambil inspirasi dari berbagai produk-produk inovatif orang lain yang sudah menuai kesuksesan. Manfaatkan teknologi internet untuk mencari tahu dan coba lihat bagaimana kamu bisa menerapkan ide mereka dalam pekerjaanmu saat ini.

Ketiga, berpikir out of the box. Lia mengatakan ide kreatif bisa muncul dengan berbagai cara, di antaranya bergabung dalam komunitas sesuai minatmu atau bukan, baca buku terbaru, dan menonton film dengan tema atau tokoh utama yang seprofesi denganmu.

Hal menarik juga disampaikan Human Capital and Legal Manager PT Gamatechno, Andri Kushendarto. Menurutnya, untuk menunjang pemikiran inovatif persepsi untuk ‘segera bisa’ harus dihapuskan. Perusahaan harus mau dan mampu untuk mendampingi karyawannya dalam berproses. Lalu bagaimana perusahaan bisa ambil andil dalam hal ini?

Agen Penting Untuk Suburnya Inovasi

Seperti disampaikan Aristiwidya sebelumnya, lingkungan organisasi berpengaruh besar pada bagaimana pembentukan pola pikir kreatif seseorang. Lingkungan perusahaan perlu didesain agar mampu mendukung tumbuhnya daya inovasi karyawannya.

GO-JEK sendiri, selama ini menerapkan tiga prinsip yang dipercaya telah berhasil menumbuhkan jiwa inovatif karyawannya. Pertama, kebebasan dan fleksibilitas dalam menyelesaikan pekerjaan. “Memberikan pilihan untuk menyelesaikan pekerjaan, sama halnya dengan kami memberikan ruang untuk kreativitas,” ujarnya.

Kedua, kesempatan untuk membuat kesalahan. Menurut Aristiwidya, menyalahkan bahkan menghukum setiap kesalahan hanya akan mencegah karyawan untuk mencoba hal-hal baru.

Terakhir, keanekaragaman dan pikiran yang terbuka. Pemikiran grup di mana setiap orang setuju dengan hal yang sama sangat dihindari di GO-JEK. “Kami ingin setiap orang memiliki latar belakang dan cara berpikir yang berbeda sehingga kita dapat menghasilkan cara baru dalam berpikir,” papar Aristiwidya.

Ketiga hal di atas selalu ditekankan pada para pimpinan dan manager di GO-JEK untuk diaplikasikan dalam timnya masing-masing.

Hal serupa juga diterapkan di Gamatechno. Andri memaparkan bahwa Gamatechno sendiri memiliki sebuah program khusus yang bernama Start-Up Incubator. Melalui program ini, karyawan bersama timnya bisa mengajukan ide pembuatan produk yang tidak harus sejalan dengan produk perusahaan. Program ini diadakan dua tahun sekali.

Ide yang disetujui akan mendapatkan dukungan penuh untuk direalisasikan, mulai dari pemberian dana, mentoring, pemasaran, sampai hak paten. “Dari proses pembuatan ini, karyawan akan belajar banyak hal,” ujar Andri.

Selain Start-Up Incubator, Gamatechno juga membiasakan karyawannya untuk idea sharing setiap dua minggu sekali. Jika ada ide menarik, tim HRD akan memanggil engineer team untuk berdiskusi tentang kemungkinan dalam mewujudkan ide tersebut.

Saat Perusahaan Tak Mengondisikan Tumbuhnya Inovasi

GO-JEK dan Gamatechno merupakan contoh dua perusahaan yang mengondisikan lingkungan subur dalam menumbuhkan inovasi karyawannya. Namun bagaimana jika perusahaanmu saat ini tidak demikian?

Menurut Lia, karyawan boleh mengajukan ide kepada HRD untuk mengikuti sebuah pelatihan dalam rangka upgrade diri dan kemampuan. Jika ternyata perusahaan tidak bisa memfasilitasi ide maupun usulan untuk meningkatkan keahliani, Lia menyarankan kita untuk tetap bergerak maju, meski harus keluar modal sendiri. “Dengan meningkatnya keterampilan, kita akan lebih percaya diri dalam bekerja. Sehingga kita akan lebih sejahtera dan bahagia,” tandasnya.

Bagaimana dengan perusahaanmu, guys? Adakah program unik yang menurutmu telah berhasil membuat kamu jadi manusia kreatif? Bagikan pada kami di kolom komentar, yuk!

Nantikan kabar terbaru seputar dunia karier hanya di careernews.id. Hidup lebih berwarna dengan pikiran yang kreatif dan inovatif. Semangat!




Penulis : Rita Pamilia

Editor : Puspa Aqirul Mala

Grafis : Bentar Sadani




Ini Cara Agar Kamu Tetap Inovatif Meski Jadi Karyawan Kantoran | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png