Web
Analytics
Do You Know, Selasa, 05/06/2018 08:00 WIB

Tahukah Kamu Asal-usul Kata Mudik?

Kamu tentu sudah akrab dengan kata 'mudik'. Apalagi saat menjelang hari raya, mungkin hampir setiap hari kamu akan mendengar kata ini.
Tahukah Kamu Asal-usul Kata Mudik?
Tahukah Kamu Asal-usul Kata Mudik?
Ternyata ada sebuah sejarah menarik di belakang kata 'mudik' ini. Penasaran? Yuk, simak sekelumit cerita tentang mudik dan tradisi mudik di berbagai negara di dunia seperti dilansir tempo.co.

Asal-usul mudik

Kata mudik dianggap sebagai sebuah kata yang berasal dari masyarakat Betawi yang berarti pulang. Kata tersebut merupakan antonim dari kata 'milir' yang berarti pergi. 'Milir' merupakan turunan dari 'belilir' yang berarti pergi ke arah utara. Ini dapat diartikan karena tempat usaha para pedagang Betawi berada di wilayah utara, yakni di pelabuhan Sunda Kelapa.

Saat para pedagang berdagang maka mereka akan 'milir' ke arah utara. Setelah selesai berdagang, mereka pun kembali pulang ke rumah yang berada di wilayah selatan. Inilah yang mereka sebut dengan mudik, yang mereka artikan sebagai 'menuju udik'.


Tradisi mudik

Lambat laun, mudik berkembang menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakat tertentu. Kebiasaan ini bahkan sudah ada sejak zaman masyarakat petani Jawa sebelum Kerajaan Majapahit berdiri. Mereka melakukan tradisi pulang kampung untuk membersihkan makam nenek moyang dan mengirimkan doa kepada dewa untuk memohon keselamatan kampung halamannya.

Ada juga yang menyebutkan bahwa tradisi mudik sudah ada sejak zaman nenek moyang. Nenek moyang masyarakat Indonesia merupakan keturunan dari Melanesia yang berasal dari Yunan dan Cina serta dikenal sebagai pengembara yang pergi ke berbagai tempat mencari sumber penghidupan. Pada bulan tertentu, mereka akan pulang ke daerah asal untuk melakukan ritual kepercayaan atau keagamaan.


Tradisi perayaan Idul Fitri

Nah, berikut ini ada beberapa tradisi perayaan hari Idul Fitri di beberapa negara. Apa saja?


Indonesia

Mudik dilakukan menjelang perayaan hari besar keagamaan, terutama saat Idul Fitri bagi kaum muslim. Tujuannya adalah merayakan hari besar bersama keluarga dan berziarah ke makam leluhur. Selama perayaan Idul Fitri, masyarakat muslim di Indonesia biasanya berkunjung ke rumah-rumah untuk berjabat tangan, saling bermaafan, dan silaturahmi, yang dikenal dengan sebutan 'halal bi halal'.

Tiongkok

Umat muslim di Tiongkok memperingati hari raya lebaran dengan mengunjungi makam leluhur dan kemudian berdoa. Tradisi doa ini pun dilakukan secara khusus untuk menghormati ratusan ribu muslim yang tewas selama Dinasti Qing dan Revolusi Kebudayaan. Seusai salat id, umat muslim di Tiongkok melakukan jamuan makan dan bersilaturahmi.

Amerika Serikat (AS)

Masyarakat muslim di AS menginformasikan datangnya lebaran melalui sambungan telepon atau internet. Mereka pun merayakan lebaran dengan cara yang unik dengan pakaian yang berwarna-warni sesuai negara asalnya. Maklum, mayoritas muslim di sana merupakan kaum imigran. Selesai melaksanakan salat id, mereka saling mengucapkan 'Happy Eid'  antarsesama jemaah salat id, para kenalan dekat, dan kaum kerabat.

Malaysia

Di Malaysia, tradisi mudik dikenal dengan nama “balik kampong”. Masyarakat Malaysia melakukan "balik kampong" tak hanya pada saat lebaran tetapi juga saat tahun baru Imlek. Sebab, masyarakat Malaysia adalah masyarakat multietnis yang terdiri atas Tiongkok, India, dan Melayu.

Tradisi merayakan lebaran di negeri tetangga ini ternyata tak jauh berbeda dari masyarakat di Indonesia. Sebagai hidangan khas, masyarakat Malaysia makan ketupat, lemang, lontong, dan rendang. Setelah salat id, mereka berziarah ke makam kerabat. Bahkan perayaan lebaran bisa berlangsung sampai berhari-hari lamanya.

Turki

Di Turki, perayaan Idul Fitri juga dikenal dengan Seker Bayram. Kemungkinan sebutan ini muncul karena tradisi mereka saling mengantarkan manisan pada hari raya Idul Fitri. Seperti tradisi sungkem di Indonesia, anak-anak di sana juga bersalaman dan sembah sujud kepada orang tua. Kemudian orang tua membalas dengan ciuman di kedua pipi sebagai simbol kasih sayang. Setelah itu, anak-anak pun mendapatkan hadiah berupa uang koin, permen, atau manisan.

Menarik, kan? Jika Idul Fitri ini kamu akan mudik, hati-hati di jalan ya, teman!


Penulis      : Vinia R.

Grafis        : Muhammad Setiawan

Tahukah Kamu Asal-usul Kata Mudik? | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png